Triase, Pengertian, Jenis dan Tahapan Serta Tata Cara Pertolongannya

Daftar Isi

Pengertian Triase

Triase – Apa yang dimaksud dengan Triase?  Triase atau yang dibaca Triase merupakan sebuah kata dalam K3 yang berasal dari bahasa Perancis. Triage atau Triase memiliki arti memilah atau melakukan penyortiran.

Triase di dalam K3 berarti melakukan penilaian terhadap penderita, menandai dan memindahkan penderita pada lokasi perawatan yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam prosedur K3, pelaksanaan tindakan Triase dilakukan pada korban dengan jumlah banyak.

Jenis dan Tahapan Triase

Dalam pelaksanaannya sendiri, Triase menjadi suatu cara pertolongan kepada korban dengan memberikan tanda atau label yang memiliki warna tertentu pada masing – masing penderita atau korban.

Triase yang menjadi suatu tanda penting dalam melakukan evakuasi atas pasien gawat darurat memiliki empat warna garis yang berbeda. Keempat warna garis tersebut tentu saja masing – masing memiliki perbedaan maksud, arti dan tujuan.

Arti empat warna pada Triase sebagai berikut ini :

Kategori merah (prioritas 1)

Pasien dengan kategori merah adalah pasien prioritas pertama yang membutuhkan pertolongan sangat cepat. Pertolongan diperlukan pasien sesegera mungkin. Pasien yang masuk ke dalam kategori ini adalah pasien yang mengalami kondisi kritis dan butuh pertolongan medis.

Biasanya, pasien kategori prioritas 1 adalah pasien – pasien yang mengalami gangguan pada bagian pernapasan, mengalami pendarahan yang tak terkendali baik pendarahan besar atau penurunan status mental.

Kategori kuning (prioritas 2)

Pasien dengan kategori kuning merupakan pasien prioritas 2 yang butuh pertolongan segera namun tidak berada dalam kondisi kritis yang mengkhawatirkan seperti pada prioritas pertama. Korban yang mengalami luka bakar tanpa gangguan pernapasan, mengalami nyeri hebat dan cedera punggung berada dalam kategori ini.

Kategori hijau (prioritas 3)

Pasien dalam prioritas ketiga (area observasi) secara umum mengalami cedera ringan dan masih mampu berjalan atau dapat mencari pertolongan sendiri. Pasien dalam kategori ini biasanya dapat mencari pertolongan sendiri sesuai yang ia butuhkan.

Pasien kategori hijau ini dapat menunggu sampai diberikan pertolongan tanpa membuat masalah yang ia alami bertambah semakin parah. Biasanya korban atau pasien yang masuk dalam kategori ini adalah pasien yang mengalami nyeri pada alat gerak dan cedera ringan pada jaringan lunak.

Kategori hitam (prioritas 4)

Pasien dalam kategori hitam adalah pasien yang tidak mungkin tertolong atau pasien meninggal. Pasien tidak butuh pertolongan medis, namun butuh eksekusi untuk dikremasi oleh keluarganya.

Label atau tanda Triase secara umum sangatlah beragam. Tanda atau label Triase tak hanya memiliki keberagaman warna melainkan memiliki keberagaman bentuk, model, ukuran serta bahan. Bentuknya bermacam – macam mulai dari memiliki kartu berwarna dengan tanda seperti warna atau pita khusus yang disematkan.

Prosedur Triase

Dalam tata laksananya, prosedur Triase dimulai ketika pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat. Dokter akan secara langsung melakukan pemeriksaan cepat dan singkat untuk menentukan kondisi pasien seperti apa.

Pemeriksaan singkat dan cepat ini meliputi pemeriksaan kondisi umum, pemeriksaan tanda – tanda vital, pemeriksaan pernapasan dan kebutuhan medis lain, serta masih banyak lagi lainnya. Jika pemeriksaan usai dilakukan, selanjutnya dokter yang bertugas akan menentukan kategori warna triase mana yang sesuai dengan kondisi pasien.

Apakah pasien termasuk kategori 1, kategori 2, kategori 3 atau bahkan kategori 4 yang notabennya sudah tak dapat ditolong lagi.

Jika setelah pemeriksaan diketahui pasien berada di kategori merah, maka pasien akan langsung diberikan tindakan medis di ruang resusitasi atau di ruang operasi. Jika memang diperlukan rujukan ke rumah sakit lain, informasinya juga akan segera diberikan kepada pihak medis lain dan pihak keluarga pasien.

Jika pasien berada di kategori kuning, maka pasien dapat dipindahkan ke ruang observasi. Pasien dalam kategori ini nantinya akan ditangani setelah pasien kategori merah selesai. Sementara pasien dengan kategori hijau, artinya pasien tersebut dapat ditangani secara rawat jalan. Jika memang kondisinya memungkinkan, pasien juga boleh pulang.

Terakhir, pasien kategori hitam atau prioritas terakhir. Pasien kategori ini bisa secara langsung dipindahkan ke ruang jenazah. Dokter atau tenaga medis akan menilai status triasenya secara berkala karena masing – masing pasien memiliki kondisi yang sewaktu – waktu dapat berubah.

Jika kondisi pasien mengalami perubahan, dokter akan melakukan prosedur triase ulang atau retriase. Contohnya, jika pasien berada dalam kategori kuning maka ia bisa berpindah ke kategori merah jika kondisinya semakin bertambah parah.

Sementara pasien dalam kategori merah, jika kondisinya membaik maka bisa berpindah ke kategori kuning setelah retriase dilakukan.

Tata Cara Pertolongan Terhadap Korban

Di lokasi kejadian, tim yang bertugas untuk menolong korban akan sesegera mungkin menyiapkan berbagai macam pos pertolongan yang disesuaikan dengan prioritas pertolongan. Prioritas pertolongan tersebut seperti yang kami jelaskan sebelumnya telah ditentukan sesuai dengan perbedaan kategori yang dibedakan atas warna, bentuk dan sebagainya.

Mengenai seperti apa tahapan cara pemberian pertolongan terhadap korban sebagai berikut :

Pemilihan dan pengelompokan korban

Pengelompokan korban perlu dilakukan untuk mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan terhadap korban. Walau korban atau pasien mampu berjalan, pertolongan perlu dilakukan sesuai dengan keluhan atau masalah yang ia hadapi.

Pemeriksaan pernapasan

Penilaian pernapasan diperlukan untuk mengetahui kondisi area pernapasan yang merupakan alat vital dalam tubuh manusia. Penilaian dilakukan secara cepat dan sistematis. Jika korban tidak bernafas, maka jalan pernapasan perlu dibersihkan.

Jika pasien memang tidak dapat bernafas (meninggal) maka label warna hitam yang artinya pasien tak dapat ditolong lagi akan diberikan. Sementara jika korban mampu bernafas namun butuh pertolongan cepat, maka label merah akan disematkan.

Untuk pasien yang nafasnya lancar maka label kuning atau hijau yang akan diberikan. Semua pasien akan mendapatkan tindakan berbeda sesuai dengan tingkat keparahan dan keperluan pertolongan.

Penilaian sirkulasi

Pemeriksaan nadi karotis pada pasien perlu dilakukan. Nantinya pasien akan mendapatkan pertolongan sesuai dengan tingkat keparahannya. Maksudnya pasien akan mendapatkan pertolongan sesuai dengan label yang diberikan petugas kepadanya.

Dalam langkah ini, pasien akan diperiksa seperti apa nafasnya. Pasien juga akan diperiksa apakah butuh alat bantu pernapasan atau tidak. Jika tidak membutuhkan alat bantu pernapasan, berarti pasien tersebut masih memiliki nafas yang cukup dan sirkulasi yang baik.

Penilaian mental

Pihak penolong perlu memeriksa status mental pasien setelah pemeriksaan fisik termasuk jika pemeriksaan pernapasan telah dilakukan. Ketika pasien memiliki kemampuan untuk mengikuti perintah secara sederhana, maka label warna kuning akan diberikan.

Sementara jika pasien tidak mampu mengikuti perintah secara sederhana, maka label warna merah akan diberikan. Informasi secara menyeluruh tentang pasien akan diberikan pihak penolong sesegera mungkin.

Setelah semuanya diperiksa, penolong akan memberikan pengarahan mental kepada pasien. Pasien akan berusaha ditenangkan. Namun jika tidak bisa tenang, pasien akan mendapatkan tindakan dari pihak medis.

Pasien pun akan memindahkan korban sesuai dengan posnya masing – masing. Dengan demikian pertolongan akan semakin terarah.  

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment