Toksikologi Lingkungan, Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh kasusnya

Pengertian Toksikologi Lingkungan

Toksikologi lingkungan adalah cabang ilmu toksikologi yang membahas tentang efek racun lingkungan terhadap lingkungan secara umum dan kesehatan terhadap makhluk hidup dalam hal ini tumbuhan, hewan dan tentunya manusia.

Toksikologi sendiri merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang racun, berbagai jenis racun, serta dampak dan bahayanya. Dalam studi tentang toksikologi lingkungan banyak dijelaskan tentang jurnal toksikologi lingkungan serta makalah toksikologi lingkungan yang menyampaikan tentang sifat, penyebaran, serta perilaku zat racun termasuk polutan dari berbagai kegiatan manusia pada lingkungan serta imbasnya atau efeknya bagi flora, fauna dan manusia secara umum.

Contoh Kasus Toksikologi Lingkungan

Sebagai contoh kasus toksikologi lingkungan adalah aktivitas pabrik yang mengeluarkan limbah B3 sementara pengelolaan limbah B3 tersebut tidak diatur dengan baik. Cara pembuangan limbah yang salah sehingga berbaur dengan lingkungan dan mencemari lingkungan.

Pembuangan limbah ke daratan atau laut tanpa sistem limbah yang mumpuni berdampak buruk bagi lingkungan secara keseluruhan dan berpotensi meracuni manusia, tumbuhan atau hewan yang terdampak dari aliran limbah yang tidak dikelola dengan baik tersebut.

Ruang lingkup Toksikologi Lingkungan

Oleh sebab itu, pemerintah memiliki aturan tersendiri bagi pabrik dengan limbah B3 atau pabrik dengan limbah jenis lain agar tidak merusak dan mencemari lingkungan. Adapun ruang lingkup toksikologi lingkungan sebagai berikut :

Sumber racun

Dalam pembelajaran toksikologi, sumber racun akan dipelajari. Didalamnya juga termasuk berisi informasi tentang klasifikasi atau jenis dari racun, seberapa bahaya racun tersebut, bagaimana sifatnya dan berapa ambang batas jumlah racun yang bisa berbahaya bagi lingkungan hidup manusia, hewan atau tumbuhan.

Bahan – bahan toksik diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan organ targetnya yaitu organ hati, ginjal, sistem hematopoetik dan sebagainya
  2. Berdasarkan penggunaannya yaitu pestisida, solven atau pelarut, zat aditif makanan dan sebagainya
  3. Berdasarkan sumbernya yaitu toksin tumbuhan, zootoksin, polutan, kontaminan dan sebagainya
  4. Berdasarkan efeknya yaitu dapat mengakibatkan berbagai masalah lingkungan seperti pencemaran dan mengakibatkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan kontaminan seperti menyebabkan kanker, mutasi genetik, kerusakan hati, ginjal dan sebagainya.
  5. Berdasarkan kondisi fisik yaitu racun yang berbentuk gas, debu, benda cair logam, radiasi, panas, getaran atau yang lainnya
  6. Berdasarkan keperluan labelnya yaitu racun yang mudah meledak, mudah terbakar, menyebabkan gangguan atau iritasi, racun radioaktif, mudah menyala dan sebagainya.
  7. Berdasarkan kandungan kimia yang ada didalamnya yaitu aromatic amine, halogenated hydrocarbon dan sebagainya.
  8. Berdasarkan mekanisme biokimiawi yaitu sulfhydril inhibitor atau prosedur methemoglobin.

Distribusi racun

Racun akan sangat berbahaya jika sudah terkontaminasi dengan udara, tanah atau air. Proses penyebarannya terhadap lingkungan akan semakin cepat dan semakin banyak pihak yang mengalami berbagai gangguan baik gangguan langsung atau tidak langsung setelah racun didistribusikan.

Hal ini harus dipahami oleh perusahaan, pabrik atau banyak pihak yang melakukan operasional lingkungan kerja dan berkaitan langsung dengan bahan – bahan yang berpotensi mengakibatkan racun bagi lingkungan.

Efek toksisitas

Efek toksik harus diorganisir dengan baik karena jika tidak, akan banyak nyawa yang terancam. Baik flora, fauna dan manusia terancam habitatnya oleh lingkungan yang banyak mengandung toksik.

Juga dibahas tentang apa saja efek toksisitas bagi kesehatan kontaminan seperti dapat menyebabkan penyakit apa saja bagi kontaminan seperti kanker, mutasi genetik, kerusakan hati dan ginjal, kerusakan paru – paru atau dampak lainnya. Hal ini diperlukan karena karakter dari racun berbeda – beda dan memiliki dampak yang juga berbeda bagi kontaminannya.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment