Tim Tanggap Darurat K3 Perusahaan

Perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) wajib mempunyai tim tanggap darurat K3 perusahaan. Tim tanggap darurat K3 atau Emergency Response Team mempunyai fungsi untuk mengatasi masalah atau sigap terhadap kondisi darurat yang bergantian dengan perusahaan.

Dalam perusahaan, kondisi darurat sering terjadi, terlebih di perusahaan yang mempunyai resiko kerja yang tinggi. Kecelakaan kerja baik itu terjatuh maupun kebakaran mungkin menjadi fenomena yang terjadi. Oleh karena itu, adanya tim tanggap darurat K3 ini menjadi pioner untuk mengatasi kondisi darurat tersebut.  Dalam tim tanggap darurat tersebut, ada beberapa posisi yang mempunyai tugas pokok fungsi masing-masing.  

Struktur Organisasi Tanggap Darurat

Dalam Tim tanggap darurat, ada beberapa posisi yang mendukung tim tersebut agar tetap solid dan berfungsi dengan baik. Posisi tersebut terbagi dalam beberapa bagian seperti:

  1. Ketua
  2. Wakil Ketua
  3. Regu Pemadam Kebakaran
  4. Regu Evakuasi
  5. Regu P3K
  6. Logistik
  7. Transportasi
  8. Komunikasi Internal
  9. Komunikasi Eksternal
  10. Keamanan

Posisi tersebut mempunyai fungsi serta tugas masing-masing.

Baca juga: Cara Membuat Pelatihan K3 Menjadi Lebih Efektif

Berikut kami berikan pembahasan masing-masing posisi tim tanggap darurat K3 perusahaan tersebut:

1. Ketua

Ketua mempunyai peranan penting dalam struktur tim tanggap darurat ini. Ada beberapa tugas yang harus diemban oleh ketua dalam melaksanakan tugas K3. Adapun tugas ketua tim tanggap darurat adalah sebagai berikut:

  • Mengatur serta memberikan keputusan terkait dengan kebijakan tanggap darurat perusahaan.
  • Mengajukan anggaran terkait dengan pelaksanaan yang berkaitan dengan tanggap darurat perusahaan, baik sarana dan prasarana.
  • Meningkatkan partisipasi semua karyawan perusahaan untuk mengikuti pelatihan tanggap darurat perusahaan. Ketua juga bisa menjadi instruktur terkait pelaksanaan tanggap darurat K3 kepada karyawan yang lainnya.
  • Mengatur jadwal pertemuan rutin terkait dengan pelaksanaan tanggap darurat perusahaan.
  • Membuat rencana terkait dengan pemulihan keadaan darurat dalam perusahaan. 

2. Wakil Ketua

Wakil ketua merupakan pendamping ketua yang mempunyai tugas sebagai penerus dari tugas ketua kepada posisi yang berada di bawahnya. Nah, apa saja tugas wakil ketua ini? berikut rincian tugas wakil ketua tim tanggap darurat yang bisa Anda tahu!

  • Menyusun laporan kinerja tim terkait dengan tanggap darurat perusahaan.
  • Memantau setiap pelaksanaan tanggap darurat, mulai dari perawatan perlengkapan, sarana dan prasarana serta kebutuhan yang lainnya.
  • Menjalin kerjasama dengan pihak lainnya yang berkaitan dengan tanggap darurat perusahaan, termasuk pihak yang berasal dari luar perusahaan.
  • Menjadi pengganti peran ketua jika ketua tidak bisa hadir atau berhalangan hadir dalam menjalankan tugas tanggap darurat.

3. Regu Pemadam Kebakaran

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat berpotensi terjadi di perusahaan. Itulah mengapa regu pemadam kebakaran wajib ada. Tugas utama regu ini adalah tanggap darurat terhadap kebakaran, termasuk mengantisipasi terjadinya kebakaran dan memberikan penanggulangan terhadap dampak yang terjadi.

Adapun tugas-tugas pemadam kebakaran adalah sebagai berikut:

  • Melakukan aksi cepat tanggap terhadap bencana kebakaran yang terjadi di perusahaan dengan menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia dengan selamat, cepat dan efektif.
  • Menyusun laporan dan memberikan laporan kepada koordinator terkait dengan pelaksanaan tanggap darurat perusahaan.

4. Regu Evakuasi

Selain regu pemadam kebakaran, ada regu evakuasi yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut!

  • Menjadi pioner dalam evakuasi saat terjadi bencana dengan selamat, aman, dan cepat.
  • Memberikan laporan terkait dengan kekurangan serta kerusakan yang terjadi di perusahaan kepada koordinator atau ketua tim tanggap darurat perusahaan.
  • Memberikan laporan jika adanya korban yang terluka maupun yang tidak saat melakukan evakuasi darurat di perusahaan.

5.      Regu P3K

Regu P3K mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut.

  • Melakukan tindakan yang berkaitan dengan pertolongan pertama (P3K)
  • Memberikan evaluasi terkait dengan kinerja P3K termasuk kekurangan maupun kerusakan terkait dengan pelaksanaan P3K perusahaan kepada atasan atau ketua tim tanggap darurat.
  • Memberikan laporan kegiatan P3K jika ada korban atau karyawan yang membutuhkan tindakan medis termasuk memberikan rujukan ke pihak luar perusahaan jika tim tidak mampu mengatasinya.

6. Tim Logistik

Tim logistik ini mempunyai wewenang dan tugas sebagai penyedia kebutuhan tanggap darurat termasuk, pakaian, makanan, minuman, selimut dan kebutuhan yang lainnya. logistik menjadi kebutuhan penting saat terjadi kondisi darurat.

7. Tim Transportasi

Tim transportasi mempunyai tugas untuk penyedia transportasi darurat saat terjadi kondisi darurat baik di dalam maupun di luar perusahaan.

8. Tim Komunikasi Internal

Tim komunikasi internal melakukan tugasnya sebagai pemantau terkait penanganan kondisi darurat. Selain itu, tim ini juga menjadi jembatan antar regu dalam tim tanggap darurat.

Adanya tim komunikasi ini, harapannya bisa menjamin komunikasi terjalin dengan baik antar regu sehingga prosedur tanggap darurat bisa berjalan dengan baik.  

9. Tim Komunikasi Eksternal

Tim komunikasi eksternal juga mempunyai tugas pemantauan pelaksanaan K3 dari pihak luar. Tugas utamanya adalah menghubungi serta menjalin komunikasi dengan pihak luar saat kondisi darurat.

10. Tim Keamanan

Tim keamanan mempunyai tugas keamanan baik di dalam maupun luar perusahaan saat kondisi darurat sedang berlangsung. Tim ini memastikan bahwa semua sarana, prasarana hingga aset dalam kondisi aman saat kondisi darurat terjadi.

Contoh Prosedur Tanggap Darurat

Setelah kita mengetahui tugas masing-masing posisi dalam tim tanggap darurat, kita akan membahas tentang prosedur tanggap darurat K3 jika terjadi potensi atau resiko bahaya di perusahaan. Adapun contoh prosedur kondisi darurat saat pelaksanaan tanggap darurat K3 adalah:

1. Identifikasi Kondisi Darurat

Pertama, tim melakukan identifikasi kondisi darurat dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti lokasi , sifat pekerjaan, mesin perusahaan, material atau bahan kimia dan yang lainnya.

Tim bisa membuat daftar potensi yang bisa terjadi saat kondisi darurat serta membuat rencana penanggulangan kondisi darurat.

2. Evakuasi Darurat

Tim selanjutnya bisa membuat rencana terkait dengan penanganan kondisi darurat. Ada beberapa prosedur yang bisa Anda lakukan seperti melakukan evakuasi darurat sesuai dengan prosedur, memberikan fasilitas darurat serta yang lainnya.

3. Evaluasi Kondisi Darurat

Tim tanggap darurat perusahaan melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan prosedur tanggap darurat. Hal ini untuk mengetahui apakah prosedur pelaksanaan tersebut sudah sesuai dengan rencana atau belum. Termasuk untuk mengetahui faktor mana saja yang perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Prosedur tanggap darurat tersebut mempunyai peran penting dalam perusahaan khususnya saat terjadi tanggap darurat. Harapannya tidak banyak korban jiwa maupun kerugian yang terjadi saat terjadi kondisi darurat. Prosedur tanggap darurat didesain untuk memudahkan tim tanggap darurat dan karyawan menanggulangi keadaan darurat di perusahaan.

Baca juga: Rambu-Rambu K3 Beserta Pengertiannya

Penutup

Tim tanggap darurat K3 perusahaan mempunyai peranan penting dalam perusahaan. Tim ini yang bertanggung jawab saat terjadi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan terjadi di perusahaan termasuk kebakaran, kerusakan mesin yang mengakibatkan korban jiwa, dan masih banyak lainnya. Adanya tim tanggap darurat ini menjadi pelopor penanganan kondisi darurat di perusahaan. Meski demikian, tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja saat terjadi kondisi darurat menjadi tanggung jawab bersama.  

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment