Sistem Manajemen K3 Pada Proyek Konstruksi

Sektor konstruksi menjadi salah satu bidang industri yang terkenal dengan resiko bahaya yang tinggi. Hal tersebut tidak terlepas dari kegiatan proyek konstruksi yang berisiko mulai dari perubahan, pembangunan maupun perbaikan. Konstruksi sendiri meliputi banyak bidang seperti konstruksi rumah, konstruksi jembatan, penggalian, pengaspalan dan masih banyak yang lainnya. Menerapkan sistem manajemen K3 pada proyek konstruksi sangat penting untuk meningkatkan citra perusahaan dalam pandangan karyawan dan konsumen.

Para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut juga beresiko mengalami bahaya selama menjalankan tugas dan pekerjaanya. Seperti jatuh dari atap rumah, tertimpa tangga, tertimpa material bangunan dan masih banyak lainnya. itulah mengapa jaminan perlindungan para pekerja menjadi penting dalam sektor konstruksi. Sistem manajemen K3 hadir sebagai pelindung para pekerja.

Mengapa Sistem Manajemen K3 Pada Proyek Konstruksi

Industri konstruksi memang berpotensi terjadinya kecelakaan. Para pekerja berhubungan dengan material bangunan dan alat-alat berat. Itu sangat beresiko akan keselamatan dan kesehatan mereka. Itulah mengapa penerapan sistem manajemen K3 pada bidang ini sangat vital.

Perusahaan harus melaksanakan K3 sebagai wujud jaminan perlindungan para pekerja mereka. Pada sisi yang lain, para pekerja pun juga akan merasa nyaman dan aman ketika mereka menjalankan tugas dan kewajiban mereka.

Dengan adanya keselamatan dan kesehatan kerja ini, para pekerja akan mendapatkan perlindungan di tempat kerja mereka. Perlindungan tersebut para pekerja dapatkan berkaitan dengan pekerjaan seperti pemindahan bahan baku, penggunaan alat berat, proses produksi dan yang lainnya.

Saat para pekerja menjalankan tugasnya, banyak potensi bahaya baik itu psikis maupun fisik yang bisa timbul dan menimpa para pekerja. Potensi bahaya tersebut tentunya menyangkut keselamatan dan kesehatan pada pekerja. Oleh karena itu, perusahaan konstruksi jasa harus menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).

Sistem manajemen tersebut meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur hingga sumber daya yang mereka butuhkan untuk pengembangan, pencapaian dan pemeliharaan K3. Hal tersebut perlu perusahaan terapkan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, selamat dan optimal.

Baca juga: PJK3: Pengertian, Syarat dan Jangkauannya

Manfaat Penerapan Sistem Manajemen K3

Ada beberapa manfaat yang akan perusahaan peroleh dari proses pelaksanaan penerapan sistem manajemen K3. Di antaranya adalah:

Melindungi Karyawan

Banyak perusahaan yang tak menyadari bahwa karyawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga. Banyak orang yang malas menerapkan SMK3 karena belum memahami manfaatnya.

Padahal, dengan menerapkan SMK3 dengan baik dan benar, maka akan melindungi karyawan dan elemen perusahaan dari segala bentuk kesalahan dalam proses kerja yang berakibat pada kerugian fisik, material, psikis dan lain sebagainya.

Penerapan SMK3 yang benar akan mengurangi angka kecelakaan kerja secara drastis. Sehingga karyawan lebih aman dan terjamin keselamatannya. Lebih dari itu, perusahaan juga akan lebih efektif, efisien dan terhindar dari biaya tambahan saat ada karyawan yang jatuh sakit.

Mematuhi Peraturan dan Undang-Undang

Pemerintah telah membuat regulasi dan peraturan bagi perusahaan dalam menjalankan operasional usahanya. Tujuannya agar perusahaan patuh dan taat pada peraturan ini. Peraturan dibaut dalam rangka untuk ditaati dan dipatuhi.

Perusahaan yang mengabaikan peraturan perundangan ini bisa berakibat fatal. Mulai dari sangsi tegas dari dinas terkait. Potensi kecelakaan kerja yang tinggi karena mengabaikan aturan pemerintah.

Menciptakan Sistem Manajemen Yang Efektif Dan Efisien

Perusahaan yang menerapkan K3 ini dengan benar sesuai dengan aturan pemerintah, maka akan meningkatkan keselamatan kerja karyawannya. Salah satu syarat pelaksanaan K3 adalah membuat dokumentasi.

Sehingga dengan adanya dokumentasi ini semua kegiatan perusahaan lebih terarah, teratur dan  terorganisasi dengan baik. Dokumentasi ini bisa jadi salah satu bukti bila perusahaan melakukan pelanggaran peraturan dan perundangan yang berlaku.

Penetapan dan pelaksanaan SMK3 ini sesuai dengan alur kerja dan flowchart yang sudah di buat sebelumnya. Alur ini terdiri dari proses perencanaan, pengendalian, peninjauan kembali, sehingga semua proses ini akan mengantarkan perusahaan pada tingkat efisiensi yang tinggi.

Meningkatkan Trust Perusahaan di Mata Konsumen

Perusahaan yang menerapkan SMK3 dalam operasional sehari hari akan memperoleh kepercayaan banyak konsumennya. Banyak konsumen yang menanyakan apakah perusahaan sudah menerapkan SMK3 dalam bisnisnya. Bila perusahaan terbukti menerapkan SMK3 pada usaha dan bisnisnya, maka mereka akan memperoleh banyak kepercayaan dari konsumen.

Mengurangi Budget Biaya Insiden dan Kecelakaan Kerja

Sekilas menerapkan K3 ribet, rumit dan keluar banyak dana. Tetapi tahukah Anda bahwa menerapkan K3 dengan benar akan mengurangi biaya operasional usaha. Namun, lebih dari itu, menerapkan K3 dalam usaha dan bisnis Anda akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis jangka panjang.

Meningkatkan Hubungan Emosional Karyawan Dengan Perusahaan

Penerapan K3 yang tepat akan meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan. Sehingga hubungan emosional mereka dan perusahaan semakin kuat. Mereka akan semakin loyal pada perusahaan.

Salah satunya karena mereka merasa memperoleh perlindungan yang intensif dari perusahaan. Sehingga mereka akan semakin solid pada perusahaan.  Ujung-ujungnya, produktivitas karyawan akan meningkat dan berimbas pada produktivitas perusahaan dalam jangka panjang.

Meningkatkan Citra Perusahaan Di Mata Pubkik

Bagi perusahaan besar, citra perusahaan sangat penting. Mereka sangat memperhatikan citra perusahaan dalam pandangan publik. Apapun yang terjadi dalam perusahaan berpeluang jadi bahan perbincangan dan pembicaraan publik. Maka, mereka berusaha untuk menjaga nama baik perusahaan.

Salah satunya dengan menerapkan K3 secara penuh. Penerapan K3 yang tepat akan meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Publik tak akan pernah mendengar masalah yang terjadi antara karyawan dan perusahaan karena merasa nyaman dan memperoleh perlindungan dan kenyamanan secara penuh.

Penerapan SMK3 di Industri Konstruksi

Sistem manajemen K3 di industri konstruksi ini bisa terlaksana dengan baik. Hal tersebut perlu adanya peran dari semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi tersebut. Baik stakeholders, pihak pemerintah dan karyawan harus sama-sama mengawasi dan menerapkan sistem manajemen K3 agar bisa berjalan sesuai dengan jalurnya.

Masing-masing pihak tersebut melaksanakan apa yang menjadi pekerjaan dan tanggung jawabnya dalam sistem manajemen K3 ini. Tim proyek melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Mereka juga menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap untuk melindungi diri mereka sendiri.

Sementara itu, para pimpinan juga menerapkan sistem manajemen K3 dengan sebenar-benarnya. Mereka memberikan jaminan dan perlindungan kepada para pekerja atas keselamatan dan kesehatan saat bekerja.

Di sisi lain, pemerintah juga bisa memberikan pengawasan  kepada perusahaan terkait dengan pelaksanaan K3 ini. Jika masih ada perusahaan konstruksi yang belum menerapkan K3 dengan baik, pemerintah wajib tegas memberikan peringatan kepada perusahaan yang bersangkutan.

Jika semua pihak yang terlibat tersebut bisa melaksanakan tugasnya secara baik, penerapan SMK3 ini pun juga akan berjalan dengan baik. Semua pihak pun akan merasa nyaman dan aman dalam menjalankan pekerjaannya.

Para pekerja bisa bekerja dengan tenang karena sudah terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Pemerintah juga tinggal berperan sebagai pengawas jalannya pelaksanaan K3 di perusahaan. Perusahaan pun juga akan mendapatkan keuntungan karena meningkatnya produktivitas perusahaan. Selain itu, penerapan sistem manajemen K3 ini juga akan menaikkan citra positif perusahaan di mata mitra kerja hingga masyarakat umum.

Pedoman Penerapan SMK3 Konstruksi

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012. Peraturan tersebut merupakan penegasan penerapan K3 dalam dunia usaha, khususnya usaha-usaha yang mempunyai risiko bahaya pekerjaan yang tinggi, termasuk industri konstruksi.

Adanya regulasi tersebut, para pekerja juga akan lebih aman dan nyaman dalam bekerja. Mereka sudah mempunyai payung hukum terkait dengan keselamatan dan kesehatan saat mereka bekerja. Adanya sistem manajemen K3 akan membuat perlindungan pekerja berlangsung secara terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi.

Penerapan sistem manajemen K3 dengan tepat juga cukup efektif untuk mengurangi maupun mencegah kecelakaan saat bekerja. Sistem tersebut juga berperan mencegah timbulnya berbagai penyakit akibat pelaksanaan kerja.  Subjek dari penerapan sistem K3 ini tidak hanya para pekerja saja namun juga pimpinan dan manajemen.

Agar pelaksanaan K3 itu bisa berjalan dengan baik pada lingkungan kerja, perusahaan biasanya akan menunjuk perwakilan karyawan untuk mengikuti pelatihan K3. Nah, anggota yang mengikuti pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikasi K3. Mereka juga menjadi ahli K3 umum yang bisa menjadi pelopor keselamatan dan kesehatan kerja pada lingkungan kerjanya.

Pelaksanaan sistem manajemen K3 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 sedikit rumit untuk diterjemahkan. Oleh karena itu, perusahaan biasanya bekerja sama dengan konsultan maupun penyedia konsultasi SMK3.

Konsultan tersebut akan memberikan pengawasan hingga audit pelaksanaan SMK3 di perusahaan. Dari hasil audit, Anda bisa mendapatkan data dengan jelas dan lengkap terkait dengan kualitas pelaksanaan K3 di perusahaan. Itu juga bisa menjadi bahan evaluasi pada masa yang akan datang.

Risiko Bahaya pada Lingkungan Kerja

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada industri konstruksi itu sangat penting. Dengan adanya sistem manajemen K3,  itu akan mengurangi risiko kecelakaan kerja yang terjadi, baik risiko fisik dan mekanik maupun risiko bahaya mental dan sosial.

Tanpa menerapkan sistem manajemen K3 pada proyek konstruksi Anda berpeluang mendatangkan banyak bahaya. Bahaya fisik merupakan bahaya yang mendominasi industri konstruksi. Bahaya fisik menjadi penyebab utama mengapa banyak terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Selain itu, potensi bahaya karena mesin atau peralatan juga sering terjadi dalam sektor konstruksi ini.

Selain bahaya fisik, lingkungan kerja juga berpotensi adanya bahaya psikologis dan sosial. Jenis bahaya ini yang sering tidak terdeteksi. Ini jika kita biarkan dan terus menumpuk akan menjadi bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Adapun contoh risiko bahaya psikis yang mungkin terjadi pada industri konstruksi adalah stress beban kerja berlebih, gaji yang tidak sesuai hingga kekerasan verbal maupun mental. Risiko bahaya kerja itu memang selalu ada saat kita bekerja. Namun hal tersebut bisa kita turunkan angkanya dengan penerapan K3 dengan tepat dan benar.

Baca juga: Cara Membuat Pelatihan K3 Menjadi Lebih Efektif

Penutup

Industri konstruksi menjadi salah satu sektor usaha yang mempunyai potensi bahaya yang tinggi. Ada cukup banyak kegiatan pada sektor ini yang berisiko tinggi seperti pemindahan bahan baku, penggunaan alat berat hingga proses pembangunan. Perusahaan perlu menerapkan sistem manajemen K3 pada proyek konstruksi agar para pekerja mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.

Para pekerja pun akan lebih aman dan nyaman dalam menjalankan tugasnya. Sementara itu, perusahaan juga mendapatkan keuntungan karena produktivitas perusahaan meningkat. Citra perusahaan pun juga bertambah dalam pandangan umum.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment