Safety Officer, Tugas dan Tanggung Jawab, Serta Gaji Safety Officer

Safety Officer Adalah?

Safety Officer adalah suatu profesi yang kewajibannya adalah memastikan pekerja yang berada di lingkungan kerja suatu perusahaan agar terjaga keamanan dan kesehatannya. Tugas dan tanggung jawab seorang safety Officer atau yang dikenal sebagai SO tentu sangat besar dan hampir sama dengan Ahli K3 Umum.

Hal ini karena semua pekerjaan SO berkaitan dengan keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja banyak orang. Karena itu dalam memilih tenaga Safety Officer, perusahaan tidak akan pernah asal. Hanya orang yang profesional dengan latar pendidikan tertentu dan sudah menempuh latihan khusus saja yang dapat menjadi bagian dari Safety Officer.  

Atas dasar hal tersebut juga seorang Safety Officer biasanya perlu mengikuti pelatihan safety officer secara khusus sebelum menerima jabatan tersebut. Adapun tugas dan tanggung jawab seorang SO akan kami ulas dalam uraian berikut ini!

Tugas dan Tanggung Jawab Safety Officer

Safety Officer tugas tanggung jawab yang diemban sebenarnya apa saja sih?

Tentu ada banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh seorang safety officer dan pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkannya untuk Anda. Adapun beberapa hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab seorang SO meliputi :

  1. Mengidentifikasi dan membuat pemetaan potensi bahaya
  2. Membuat suatu gagasan program K3
  3. Membuat serta memelihara dokumen yang berkaitan dengan K3
  4. Melakukan evaluasi atas insiden kecelakaan
  5. Menjadi penghubung antara perusahaan dengan pemerintah

Mengidentifikasi dan membuat pemetaan potensi bahaya

Segala bentuk bahaya yang berkemungkinan terjadi dalam proses operasional bisnis yang dilakukan wajib hukumnya untuk diidentifikasi dan dipetakan oleh seorang SO atau safety officer. Seorang SO perlu membuat tingkatan resiko bahaya dan peluang terjadinya bahaya di lingkungan kerja.

Membuat suatu gagasan program K3

Gagasan program K3 yang perlu dibuat mencakup berbagai hal termasuk tentang usaha preventif dan korektif. Usaha preventif sendiri memiliki tujuan untuk mengurangi terjadinya bahaya atau kecelakaan di lingkungan kerja.

Sementara usaha korektif memiliki tujuan untuk menanggulangi terjadinya potensi kecelakaan di lingkungan kerja serta diperlukan guna melakukan tindakan mitigasi di lingkungan kerja.

Membuat serta memelihara dokumen yang berkaitan dengan K3

Dalam menghindari bahaya dan menanggulanginya di lingkungan kerja, dokumentasi yang baik menjadi aspek yang sangat penting dipersiapkan. Hal semacam ini juga termasuk membuat suatu prosedur baku serta pemeliharaan barang yang berkaitan dengan K3.

Melakukan evaluasi atas insiden kecelakaan

Kecelakaan yang berpotensi terjadi di lingkungan kerja wajib hukumnya untuk dianalisa atau dievaluasi untuk mengetahui akar permasalahan termasuk tindakan preventif serta kuratif yang dapat di ambil sebagai langkah lanjutan.

Jadi mereka harus mencari tahu apa akar masalah dari terjadinya kecelakaan. Mereka wajib melakukan monitoring terhadap efektivitas program yang sedang berjalan. Jika dirasa perlu melakukan perubahan serta perbaikan program K3 yang dirasa kurang maka safety officer perlu melakukan tugasnya segera.

Menjadi penghubung antara perusahaan dengan pemerintah

Terakhir, Anda juga memiliki tugas sebagai penghubung antara perusahaan dengan pemerintah. Jika memang ada regulasi pemerintah yang tidak dapat dilakukan perusahaan, Anda harus menyampaikannya.

Anda juga perlu berusaha menyelaraskan antara aturan pemerintah dengan kebijakan perusahaan. Anda harus meyakinkan semua pihak kalau kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat dipenuhi oleh perusahaan.

Bisa dikatakan ada banyak tugas dan tanggung jawab penting yang harus diemban oleh seorang safety officer di sebuah perusahaan. Namun semua tugas dan tanggung jawab yang diemban tersebut tentunya membuat gaji seorang safety officer tinggi.

Lantas, berapa sih kisaran gaji safety officer di Indonesia?

Gaji Safety Officer

Mengenai gajinya, gaji seorang officer di Indonesia tidak terlepas dari seberapa besar perusahaan dan kemapanan perusahaan tempat seorang safety officer bekerja. Kisaran gajinya di Indonesia rata – rata berkisar antara 4,5 juta rupiah sampai dengan 6 juta rupiah.

Sementara di luar negeri, gaji seorang jauh lebih tinggi. Kurang lebih gaji profesi tersebut di luar negeri mencapai kisaran 12 – 15 juta rupiah. Nah, Anda tertarik untuk menjadi bagian SO perusahaan mana nih? Perusahaan dalam negeri atau luar negeri?

Syarat Menjadi Seorang Safety Officer

Untuk menjadi seorang safety officer, tentu Anda perlu menyiapkan diri dan mental Anda. Siapkan juga beberapa persyaratannya. Adapun beberapa persyaratan yang Anda harus siapkan meliputi :

  1. Ilmu K3L
  2. Komunikasi
  3. Attitude atau sikap menjadi sangat penting sebagai syarat SO
  4. Memiliki daya inovasi dan improvisasi yang baik

Ilmu K3L

Ilmu K3L harus dikuasai oleh seorang SO. Ada banyak ilmu terkait K3 yang perlu dipelajari oleh seorang SO. Ilmu tersebut dapat dipelajari melalui pelatihan atau training SO sebagai bekal menjalankan tugas di perusahaan tempat bekerja.

Komunikasi

Selain ilmu K3LH yang perlu dikuasai, komunikasi juga menjadi suatu keterampilan yang penting dimiliki oleh seorang SO. Ilmu komunikasi tersebut digunakan untuk berbicara dengan berbagai tingkatan jabatan di lingkungan kerja.

Adapun tingkatan tersebut dapat di lihat dari tiga tingkatan di ruang lingkup perusahaan. Ketiga tingkatan tersebut meliputi top management, middle management, dan juga lower management. Semua tingkatan tersebut merupakan kumpulan manusia yang perlu interaksi dan pemahaman untuk berbagai keperluan.

Attitude atau sikap menjadi sangat penting sebagai syarat SO

Sebagai seorang SO, selain dua syarat di atas yang diperlukan untuk Anda miliki, attitude juga penting. Memiliki komunikasi yang baik dan segudang ilmu K3L akan percuma jika tidak memiliki attitude yang baik.

Attitude juga menjadi modal untuk bekerja di lingkungan kerja. Memberikan informasi dan pemahaman kepada orang – orang di lingkungan kerja juga butuh attitude. Karena itu attitude sangat penting.

Belum lagi dalam implementasi K3L yang sudah ditetapkan juga harus dimulai dari diri sendiri. Karena tentu sebelum seorang SO meminta orang lain di lingkungan kerja untuk menaati aturan K3 yang diberlakukan, dirinya sendiri harus dapat mendisiplinkan diri dengan aturan K3 yang sudah dibuat. Nah, hal ini juga berkaitan dengan attitude seorang SO.

Sikap semacam ini seperti semboyan yang diberikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang berbunyi :

Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Artinya : dari depan memberi contoh, dari tengah membangun semangat dan dari belakang memberi dorongan.

Memiliki daya inovasi dan improvisasi yang baik

Jika ketiga syarat di atas telah Anda penuhi, maka sudah bisa dikatakan Anda memenuhi syarat sebagai seorang SO. Akan tetapi jika Anda ingin memiliki karir yang gemilang sebagai SO di tempat Anda bekerja, maka syarat keempat ini perlu menjadi tambahan bagi loyalitas dan kinerja Anda.

Anda perlu memiliki daya inovasi yang baik dan improvisasi yang keren dalam menjalankan segenap tugas Anda. Inovasi dan improvisasi diperlukan untuk memperbaiki keadaan atau kondisi di lingkungan kerja serta memecahkan persoalan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Jika Anda tidak pernah memiliki inovasi dalam karir dan pekerjaan Anda, Anda tidak dapat mengubah keadaan lebih baik utamanya tentang hal – hal yang berkaitan dengan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kemampuan Anda memecahkan masalah sebagai seorang SO sangat diperlukan. Anda juga harus mampu berpikir kritis dan reaktif atas segala kejadian yang sedang terjadi untuk memberikan solusi terbaik.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment