3 Ruang Lingkup K3 Serta 5 Bahaya Yang Timbul Karenanya

Ruang lingkup K3 itu sebenarnya apa sih? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang ruang lingkup K3. Akan tetapi sebelum itu kita perlu membahas terlebih dahulu tentang K3 itu sendiri.

K3 merupakan kependekan dari kesehatan dan keselamatan kerja. K3 merupakan suatu aturan di lingkungan kerja untuk mengurangi angka kecelakaan kerja dan potensi bahaya di lingkungan kerja. Dalam berbagai bidang kerja, aturan K3 diperlukan.

Ruang lingkup K3 selalu di bahas dalam berbagai bidang kerja termasuk ruang lingkup K3 konstruksi bangunan, ruang lingkup k3 dalam keperawatan, ruang lingkup K3 dalam pekerjaan perhotelan dan sebagainya. Informasi selengkapnya tentang ruang lingkup K3 akan kita ulas dalam uraian berikut ini!

Ruang Lingkup K3 Secara Umum

Ruang lingkup K3 merupakan suatu tata aturan dalam penerapan K3 di lingkungan kerja. Walau pun masing – masing tempat kerja memiliki aturan keselamatan dan kesehatan kerja sendiri – sendiri untuk karyawannya, namun secara garis besar aturan tersebut dibuat untuk tujuan yang sama.

Adapun tujuan diberlakukannya K3 di lingkungan kerja meliputi :

  1. Memelihara dan memberikan perlindungan kesehatan serta keselamatan setiap pekerja dan meningkatkan produktivitas atau kinerja.
  2. Memastikan serta menjaga kesehatan dan keselamatan terhadap semua orang yang berada di wilayah lingkungan kerja.
  3. Memastikan sumber produksi agar terpelihara dengan baik dan dapat digunakan secara efisien dan aman.

Penerapan K3 dianggap sebagai upaya untuk mencegah resiko bahaya, potensi bahaya dan berbagai hal yang berkaitan dengan kecelakaan kerja. Dengan adanya K3, keteraturan di dalam suatu lingkungan kerja akan didapatkan.

Mengenai ruang lingkup K3 dalam lingkungan kerja itu sendiri diantaranya meliputi :

Lingkungan kerja

Lingkungan kerja merupakan suatu lokasi tempat dimana setiap pekerja melakukan berbagai macam aktivitas kerja. Pada lingkungan kerja tersebut tentu setiap pekerja harus senantiasa mendapatkan tempat yang layak untuk bekerja. Penerangan, ventilasi dan kebersihan tempat pekerja harus sangat memadai.

Tujuannya adalah dalam rangka meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat membahayakan semua orang dan asset yang ada didalamnya. Misalnya pada lingkungan kantor dan pabrik, penerangan harus memadai mengapa?

Tanpa adanya penerangan yang cukup tentu kesehatan mata pekerja yang bekerja di kantor akan terganggu. Demikian juga dengan di pabrik. Utamanya pabrik dengan penggunaan alat – alat berat, maka penerangan yang cukup sangat diperlukan karena jika tidak sangat besar kemungkinan tenaga kerja akan mengalami cedera karena alat berat tersebut.

Alat dan bahan kerja

Alat kerja serta berbagai macam bahan yang digunakan menunjang aktivitas kerja akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Semua bahan serta alat yang digunakan tersebut menjadi salah satu faktor yang akan sangat menentukan efektivitas produksi bagi setiap perusahaan.

Karena itu kelengkapan serta kondisi alat kerja atau pun bahan harus dipastikan pengecekannya dilakukan secara berkala. Selain itu, bahan yang digunakan pada aktivitas kerja juga harus diperhatikan dengan sebaik mungkin.

Misalkan penggunaan bahan kimia untuk proses tertentu, pekerja harus menggunakan berbagai macam alat keselamatan sebaik mungkin sehingga potensi bahaya yang terjadi akibat penggunaan bahan kimia dapat diminimalisir dengan cara yang tepat.

Prosedur dan metode kerja

Prosedur dan metode kerja merupakan suatu standar kerja yang diperlukan oleh setiap pekerja dalam menjalankan berbagai macam aktivitas kerjanya dimana aktivitas kerja tersebut telah ditentukan oleh perusahaan.

Pembuatan standar operasional prosedur tersebut dibuat dengan tujuan supaya pekerjaan dapat dilaksanakan semaksimal mungkin dan secara efektif serta efisien.

Sebagai contoh, prosedur penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) di pekerjaan konstruksi. APD harus digunakan sebagaimana standar yang berlaku.

Ruang lingkup pengawasan K3 konstruksi bangunan dalam hal ini berperan penting untuk mengawasi perilaku pekerja. Jika terdapat pekerja yang abai dengan APD yang perlu digunakan saat bekerja, maka teguran perlu dilayangkan kepadanya.

Pemberian batas kerja juga penting untuk menjaga kesehatan dari pekerja itu sendiri. Pekerja tidak boleh bekerja di luar batas kerja yang sudah ditetapkan karena hal tersebut menyalahi hak pekerja dan melanggar hak asasi manusia.

Bahaya Di Lingkungan Kerja Karena Ruang Lingkup K3

Ketika K3 tidak diterapkan dengan baik sesuai ruang lingkupnya, maka ketidakteraturan akan didapatkan. Ketidakteraturan inilah yang berpotensi menimbulkan bahaya di lingkungan kerja.

Adapun beberapa hal yang termasuk kategori bahaya di lingkungan kerja karena ruang lingkup K3 tidak diterapkan dengan baik meliputi :

Bahaya kimia

Bahaya jenis ini merupakan jenis bahaya yang umum terjadi ketika terdapat bahan kimia dalam proses produksi yang digunakan. Jenis bahaya kimia ini terjadi ketika kontak secara langsung terjadi antara tubuh atau indera penciuman pekerja dengan bahan kimia yang ada.

Bahaya kimia terjadi tidak hanya karena bahan – bahan kimia yang bersifat cair. Melainkan juga terjadi ketika ada jenis bahan kimia mudah menguap dan mencapai ambang batas tertentu sehingga berbahaya bagi tubuh manusia yang terpapar.

Sebagai contoh, abu sisa pembakaran bahan kimia seperti plastik. Contoh bahan ini adalah bahan yang mengandung senyawa kimia berbahaya didalamnya yang dapat menimbulkan bahaya kimia ketika terhirup oleh manusia.

Biologi

Jenis bahaya dalam ruang lingkup K3 yang selanjutnya adalah bahaya biologi. Jenis bahaya ini adalah jenis bahaya yang berasal dari mikroorganisme tak kasat mata atau hewan yang ada di area lokasi kerja dan kemudian masuk ke dalam tubuh tanpa permisi.

Proses masuk jenis bahaya ini ke dalam tubuh tidaklah terdeteksi. Karena itu seringkali tubuh yang terserang oleh jenis bahaya biologi akan mengalami berbagai macam gangguan dan ketika sudah terganggu, cara penanganannya cenderung lebih sulit.

Bahaya fisika

Bahaya fisika merupakan jenis bahaya yang diakibatkan oleh benda – benda terlihat di lingkungan kerja. Salah satu contoh bahaya fisika di lingkungan kerja adalah terjadinya gangguan yang terjadi karena operasi suatu mesin yang dapat menimbulkan kebisingan.

Selain karena faktor mesin, suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas, penerangan, kerusakan mata dan juga berbagai macam jenis bahaya yang dapat menimbulkan terjadinya bahaya terhadap para pekerja.

Mekanik

Bahaya mekanik merupakan jenis bahaya yang berasal dari benda bergerak, benda yang berukuran berat dan besar, serta berbagai macam benda tajam yang dapat menimbulkan resiko bagi setiap pekerja. Contohnya adalah resiko terjepit benda – benda di area kerja, tertusuk, terpotong karena mesin, tertabrak alat berat dan sebagainya.

Bahaya ergonomi

Bahaya ergonomi merupakan jenis bahaya yang berasal dari ketidaksesuaian desain alat atau fasilitas kerja dengan tubuh pekerja. Dalam kasus ini, desain alat atau fasilitas kerja lebih besar dibandingkan kemampuan tubuh pekerja menggunakannya.

Dalam hal ini efek samping yang dirasakan oleh pekerja adalah perasaan tidak nyaman di tubuhnya dalam penggunaan alat tersebut seperti mengalami nyeri tulang, sendi, otot keseleo dan pegal – pegal.

Oleh karena itu, apapun bidang pekerjaannya, K3 perlu diterapkan dan ditata sedemikian rupa sehingga potensi timbulnya penyakit akibat kerja akibat kecelakaan kerja dan potensi bahaya di lingkungan kerja dapat diminimalisir.

Utamanya dalam lingkungan yang pekerjaannya menggunakan alat berat, misalnya di bidang konstruksi maka pelaksanaan K3 menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment