Refuge floor : Pengertian, Fungsi, Peraturan, Serta Kontruksi Refuge floor

Pengertian Refuge floor

Refuge floor atau lantai pengungsian yang didesain di sebuah perusahaan, pabrik, kantor atau tempat kerja merupakan tempat perlindungan sementara atau pusat evakuasi jika terjadi bencana yang tidak dikehendaki.

Jadi Refuge floor adalah tempat perlindungan sementara atau pusat evakuasi jika terjadi bencana yang tidak dikehendaki.

Fungsi Refuge floor

Ketika banjir, tsunami, gempa bumi atau bencana alam lain yang tak terduga terjadi, lantai pengungsian ini akan dimanfaatkan untuk mengevakuasi semua orang dan pihak yang pada waktu terjadinya bencana berada di tempat kerja tersebut.

Peraturan dan Ketetapan tentang Refuge floor

Dalam peraturan nomor 3 tahun 2014 yaitu peraturan kepala dinas pengawasan dan penertiban bangunan provinsi DKI Jakarta, refluge floor harus tersedia satu lantai atau lebih di masing – masing interval 20 lantai.

Kemudian yang tak kalah penting adalah bahwa refluge floor harus memiliki pola konstruksi dinding dengan tingkat ketahanan api tidak kurang dari dua jam.

Soal jarak tempuh dari refluge floor harus memiliki jarak yang berdekatan dengan tangga kebakaran dimana hal tersebut diukur dari pintu jalan keluar koridor. Lantai pada refluge floor juga harus dirancang sebaik mungkin sebagai area untuk holding atau menghimpun banyak orang ketika kondisi tak terduga atau tak diinginkan terjadi.

Lahannya harus luas dan bersih. Luasnya harus tidak kurang dari 50% total lantai secara keseluruhan dan tinggi ruangan harus tidak boleh kurang dari 2,25 meter. Yang tak kalah penting diperhatikan adalah ventilasi udara yang terdapat di area tersebut.

Lantai pengungsian pada sebuah gedung atau bangunan juga harus memiliki cross ventilation atau ventilasi alami dengan bukaan permanen sekurang – kurangnya terdapat 2 sisi dinding luar dengan ketinggian bukaan tidak boleh kurang dari 1200 mm dengan area total dari bukaan ventilasi harus tidak kurang dari 25% area lantai sebagai area berhimpun.

Kemudian area berhimpun dapat digunakan sebagai ruang untuk senam atau hanya sebagai taman terbuka. Intinya lantai pengungsian dalam sebuah bangunan harus bukan area komersial atau area produksi dari suatu perusahaan atau badan usaha.

Terdapatnya refluge floor atau lantai pengungsian juga merupakan suatu kemajuan dalam bidang keselamatan publik utamanya di gedung bertingkat yang seharusnya dapat diimplementasikan dengan baik.

Akan tetapi memang masih belum banyak pengaplikasian lantai pengungsian yang dilakukan secara maksimal dalam sebuah perusahaan karena standarisasi penataan dan pembangunan lantai pengungsian sendiri belum ada undang – undang atau peraturan yang menjelaskan secara jelas.

Konstruksi Refluge Floor

Mengenai konstruksi dari refluge floor pada suatu gedung atau bangunan, terdapat beberapa elemen yang perlu Anda ketahui meliputi :

Struktur bangunan

Struktur modul merupakan sebuah struktur dari refluge yang dibuat dari bahan berupa aluminium profil persegi dengan ukuran 10 cm x 5 cm. Struktur ini dapat dibongkar pasang dan dapat dilipat. Dalam pemasangannya sendiri, batang – batang struktur tersebut disambungkan dengan sebuah bracket yang diperkuat menggunakan baut.

Ekspansi secara vertikal

Ekspansi secara vertikal pada suatu refluge dapat dilakukan dengan menumpuk modul di atas modul lain ketika kapasitas pengungsi mencapai batas maksimal atau ketika seluruh lahan di atas tanah telah digunakan sepenuhnya.

Pengembangan vertikal yang dilakukan ini bisa diatur dengan pemasangan tangga di sisi modul yang lama. Kemudian pemasangan deck lantai dua untuk pijakan bekerja di bagian atas. Setelah itu, pembangunan struktur utama modul baru yang diletakkan di atas modul lama akan dibantu dengan bracket pengikat supaya slip tidak terjadi.

Sistem sambungan refluge

Modul shelter dirancang bertumpu pada sambungan dengan kekuatan structural dari batang struktur dibuat secara terpisah dan harus disambungkan dengan bracket supaya penyaluran gaya dapat dilakukan secara sempurna.

Seluruh bracket tersebut terbuat dari bahan aluminium yang dikonsep dengan bentuk menyesuaikan kondisi titik sambungnya. Bracket tersebut kemudian diletakkan pada sambungan struktur dan dikuatkan dengan menggunakan baut supaya kencang dan tidak terjadi pergeseran.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment