10 Prosedur Tanggap Darurat IPAL

Prosedur tanggap darurat adalah suatu mekanisme penting dalam kegiatan penanggulangan kondisi darurat yang terjadi di lingkungan. Lantas, yang dimaksud kondisi darurat itu sendiri seperti apa?

Kondisi darurat merupakan suatu keadaan dimana terjadi hal – hal yang tidak diinginkan dan tidak dapat ditangani dengan baik seperti kebakaran, bencana alam, limbah dan sebagainya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang prosedur tanggap darurat yang berkaitan dengan pengolahan air limbah.

Sebagaimana yang selama ini kita tahu, kegiatan suatu perusahaan biasanya akan menghasilkan limbah. Agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan, maka penanganannya perlu diperhatikan.

SOP Tanggap Darurat IPAL

Apa yang dimaksud dengan IPAL?

IPAL merupakan kependekan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah. Hampir semua perusahaan, seluruh kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan limbah cair. Limbah cair tersebut jika tidak ditangani dengan cara yang tepat maka berpotensi menyumbang pencemaran lingkungan dalam intensitas yang besar.

Oleh sebab itu, SOP tanggap darurat limbah cair perlu dipahami.

Berikut contoh pedoman SOP tanggap darurat limbah cair yang Anda harus pahami :

  1. Pengelolaan limbah secara fisika
  2. Pengolahan limbah secara kimia
  3. Pengolahan limbah dengan filtrasi atau sistem penyaringan
  4. Pengolahan limbah menjadi bahan atau produk yang bernilai
  5. Membentuk tim pengelola limbah
  6. Menentukan ruang lingkup dalam mengelola limbah
  7. Melakukan evaluasi dan analisa kelayakan limbah
  8. Membuat tata rencana dalam kegiatan pengelolaan limbah
  9. Penerapan semua rencana yang telah ditetapkan
  10. Evaluasi atas kegiatan pengelolaan limbah

Pengelolaan limbah secara fisika

Metode pengolahan limbah yang pertama bisa diterapkan adalah pengolahan limbah secara fisika. Bagaimana pengelolaan limbah secara fisika?

Metode yang digunakan dalam mengolah limbah adalah dengan memisahkan limbah secara fisik sesuai dengan wujud limbah. Maksudnya, air limbah yang terlihat jernih dan keruh akan disendirikan. Tindakan ini menjadi salah satu metode pengolahan limbah yang paling efektif dilakukan.

Pemisahan yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan jalan keluar dalam mengolah limbah. Selanjutnya limbah yang sudah dipisahkan secara fisik akan ditampung untuk dimanfaatkan agar dapat menjadi suatu produk yang bernilai lebih.

Pengolahan limbah secara kimia

Metode pengolahan limbah secara kimia adalah metode pengolahan limbah yang dilakukan dengan memanfaatkan partikel yang memiliki bahan kimia. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kuman serta logam berat yang terkandung didalam limbah.

Ketika nantinya limbah tersebut dibuang, potensi terjadinya pencemaran lingkungan dapat diminimalisir.

Namun dibandingkan metode pengolahan limbah secara fisika, tata cara pengolahan limbah dengan memanfaatkan zat kimia atau metode kimia ini lebih rumit dibandingkan metode pengolahan limbah secara fisika.

Pengolahan limbah dengan filtrasi atau sistem penyaringan

Cara pengelolaan limbah selanjutnya yang dapat dimanfaatkan adalah metode pengolahan limbah dengan teknik penyaringan atau teknik filtrasi. Teknik pengolahan limbah dengan cara filtrasi atau penyaringan selama ini terbukti menjadi salah satu cara efektif dalam mengurangi dampak buruk lingkungan karena limbah.

Dengan penyaringan, zat – zat berdampak buruk yang terdapat pada limbah dapat diminimalisir dampaknya sehingga potensi kerusakan pada lingkungan dan manusia dapat ditekan.

Hal yang Anda harus tahu tentang limbah bahwa limbah yang tidak diolah dengan baik tidak hanya berdampak pada lingkungan, melainkan juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kesehatan manusia seperti menyebabkan penyakit tiroid, kanker dan sebagainya.

Pengolahan limbah menjadi bahan atau produk yang bernilai

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadikan limbah sebagai produk yang bernilai. Misalkan, limbah peternakan seperti kotoran sapi dapat diolah menjadi gas yang nantinya dapat dijual ke masyarakat untuk menggantikan gas pertamina.

Demikian juga dengan sampah plastik seperti sampah bekas botol air mineral, dapat dibersihkan kemudian di sulap menjadi aneka ragam kerajinan tangan. Semua itu dapat menjadi salah satu cara menguntungkan yang bisa dilakukan dalam pengelolaan limbah.

Seringkali area yang terdampak limbah akan kumuh, mengalami degradasi tanah dan sebagainya yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat yang tinggal di area pembuangan limbah.

Namun jika tata kelola limbah bisa dilakukan dengan baik, maka area tersebut tidak akan mengalami dampak – dampak seperti apa yang disebutkan tadi.

Dalam kegiatan pengelolaan limbah, agar kegiatannya berlangsung lancar dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, maka perlu membuat suatu rencana dalam tata kelola limbah. Adapun beberapa rencana pengelolaan limbah yang dapat diterapkan sebagai berikut :

Membentuk tim pengelola limbah

Dalam prosedur tanggap darurat IPAL, rencana pengelolaan limbah yang pertama kali perlu diterapkan adalah pembentukan tim yang bertugas mengelola limbah. Anda harus menentukan tim pengelola limbah yang akan bertanggung jawab dalam menangani dan mengelola limbah di masing – masing area produksi dan di area industri.

Tim pengelola limbah tersebut harus mencakup beberapa pekerja yang kompeten dan sesuai bidang yang dibutuhkan. Dengan begitu kegiatan pengelolaan limbah dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tahap perencanaannya.

Dalam tim pengelolaan limbah, harus terdapat koordinator tim. Koordinator tim ini yang nantinya akan bertanggung jawab dalam mengirim berbagai macam laporan kepada pimpinan perusahaan terkait dengan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan limbah.

Menentukan ruang lingkup dalam mengelola limbah

Koordinator tim pengelolaan limbah yang ditunjuk harus menetapkan tujuan, sasaran pengelolaan limbah dan ruang lingkup limbah yang akan dikelola. Masing – masing industri tersebut akan berbeda dalam cara mengelola limbah.

Semua itu tergantung atas jenis, kegiatan produksi dan teknologi pengelolaan limbah yang disediakan. 

Sebelum ruang lingkup pengelolaan limbah ditetapkan, terlebih dahulu tim pengelola harus tahu alasan program ini dilakukan dan tujuannya untuk apa. Dengan begitu proses pengelolaan limbah bisa dilakukan secara tepat sasaran.

Melakukan evaluasi dan analisa kelayakan limbah

Pada tahap yang satu ini, tim yang bertugas dalam mengelola limbah harus melakukan evaluasi atas hasil pengelolaan limbah.

Mereka juga perlu melakukan langkah identifikasi atas berbagai macam peluang yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan dalam pengembangan beberapa opsi program pengelolaan limbah yang akan dipakai nantinya.

Membuat tata rencana dalam kegiatan pengelolaan limbah

Tim pengelola limbah harus memberikan laporan penilaian limbah atau analisis terhadap kelayakan strategi pengelolaan limbah.

Dengan demikian rencana pengelolaan limbah yang telah dibuat dapat diimplementasikan dengan sebaik mungkin.

Penerapan semua rencana yang telah ditetapkan

Suatu rencana sebaik apapun itu tidak akan berhasil jika tidak dilakukan. Oleh karena itu, setelah rencana dalam mengelola limbah tersusun dengan baik yang kemudian perlu dilakukan adalah penerapan atas rencana yang telah dibuat.

Dalam beberapa kasus, rencana pengelolaan limbah perlu persetujuan dari pemerintah daerah setempat.

Tim yang bertugas dalam mengelola limbah harus melakukan pemantauan terhadap berbagai macam rencana, performa dan peninjauan ulang secara berkala.

Evaluasi atas kegiatan pengelolaan limbah

Dalam kegiatan apapun, evaluasi menjadi hal yang penting setelah kegiatan selesai dilakukan. Evaluasi yang diperlukan mencakup berbagai macam aspek termasuk soal kegiatan pengelolaan limbah yang berlangsung.

Selain memiliki SOP tanggap darurat IPAL, suatu perusahaan juga wajib memiliki SOP penanggulangan bencana termasuk didalamnya bencana kebakaran yang berpotensi terjadi. Perusahaan juga sudah harus memiliki contoh SOP kebakaran dan SOP bencana lain yang informasinya diberikan kepada setiap orang yang bekerja di perusahaan tersebut.

Sehingga jika hal – hal yang tidak diinginkan terjadi, semua pihak sudah paham bagaimana harus bersikap sesuai dengan SOP yang berlaku.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini tentang Prosedur tanggap darurat, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment