14 Program K3 Serta Tujuan danSasarannya

Program K3 adalah suatu program yang didalamnya berisi tentang berbagai macam tindakan dan penanganan atas potensi bahaya dan kecelakaan kerja yang dirancang demi mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan terjadi selama proses kerja dilakukan.

Jadi bisa dibilang bahwa program keselamatam kerja K3 merupakan suatu alat mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan kerja. Biasanya berbagai macam program K3 dituangkan dalam tabel penyusunan sasaran dan program k3.

Lantas siapa saja yang menjadi sasaran K3 dalam program K3? Dan apa sih tujuan dari dicanangkannya program K3? Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda!

Sasaran dan Program K3

Sebelum kita membahas tentang siapa yang menjadi sasaran dalam program kesehatan kerja ini, kita akan terlebih dahulu mencari tahu tentang tujuan dari program dalam K3 itu sendiri.

Tujuan Pogram K3

Jadi, dalam berbagai bidang perusahaan, bidang kerja bahkan program kerja K3rs, dicanangkannya program tersebut memiliki tujuan sebagai berikut :

Melindungi keselamatan karyawan

Tujuan yang pertama dari K3 adalah melindungi keselamatan karyawan. Jadi, dalam menjalankan aktivitas sehari – hari karyawan harus dipastikan safety baik karyawan di lapangan atau karyawan di kantor.

Tim manajemen K3 wajib memberikan informasi dan sekaligus himbauan tentang tata cara kerja yang perlu dilakukan selama bekerja. Jadi, para pekerja juga harus menggunakan pakaian sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan dan nantinya semua alat dan bahan yang perlu digunakan juga dipastikan harus benar – benar aman.

Menjamin sumber produksi yang digunakan

Tujuan dari diberlakukannya manajemen K3 adalah untuk menjaga supaya berbagai macam sumber produksi yang digunakan aman. Sumber produksi yang dimaksud meliputi banyak hal termasuk meliputi beberapa alat dan bahan utama yang digunakan dalam proses kerja.

Dengan adanya manajemen K3 yang tepat, penggunaan sumber produksi akan sesuai dengan segala macam standar kerja yang telah ditentukan. Dengan penggunaan sumber produksi yang tepat, potensi kerugian akibat kecelakaan kerja dapat lebih diminimalisir.

Meningkatkan kesejahteraan pekerja

Tujuan dari tata laksana program K3 di lingkungan kerja yang lainnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan setiap pekerja. Dengan adanya program K3, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan setiap tenaga kerja yang bekerja di bawah naungan perusahaan tersebut.

Pekerja dalam menjalankan aktivitas kerja memang perlu mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan selama bekerja. Hal ini tentu tidak hanya berdampak positif bagi masing – masing pekerja, melainkan juga dapat berdampak positif bagi perusahaan.

Ketika tidak ada pekerja yang mengalami cedera apapun, tentu saja kesejahteraan pekerja akan meningkat dan keuntungan perusahaan juga akan mengalami peningkatan karena pekerja dapat lebih produktif selama bekerja.

Pekerja tidak akan sering cuti karena tubuhnya yang sehat. Mereka bisa lebih fokus selama bekerja. Sehingga kesimpulannya, pemberlakuan program kesehatan dan keselamatan kerja tidak hanya menguntungkan pekerja melainkan juga menguntungkan perusahaan.

Sasaran K3 secara umum

Program K3 baik di lingkungan kantor, rumah sakit, hotel atau perusahaan dan pabrik dibuat untuk beberapa pihak. Adapun sasaran K3 secara umum diantaranya sebagai berikut :

Keselamatan setiap tenaga kerja

Sasaran paling utama pemberlakuan K3 di lingkungan kerja adalah untuk memberikan jaminan keselamatan kerja pada masing – masing pekerja. K3 harus disusun dengan cermat dan tepat karena hal tersebut dapat membuat pekerja lebih selamat dan terhindar dari potensi cedera akibat kecelakaan kerja.

Keselamatan dan keamanan orang di sekitar tempat kerja

Tak hanya pekerja saja, sasaran K3 yang lainnya adalah memberikan perlindungan terhadap orang yang ada di sekitar tempat kerja. Keselamatan dan keamanan warga sekitar tempat kerja harus sangat diperhatikan karena warga sekitar juga masih memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keamanan.

Keamanan selama proses produksi berlangsung

Terakhir, sasaran dari program pemberlakuan K3 adalah untuk menjamin pelaksanaan proses produksi di lingkungan perusahaan dapat terlaksana secara aman. Jadi, berbagai macam alat, bahan dan mesin yang digunakan dalam proses produksi harus dicek semua tingkat keamanannya untuk meminimalisir resiko cedera dan kecelakaan kerja.

Contoh Program K3

Sebagai contoh program K3 dalam perusahaan, diantaranya :

  1. Program identifikasi bahaya dan penilaian resiko
  2. Program identifikasi peraturan perundang – undangan yang berkaitan dengan berbagai macam aspek dalam K3
  3. Penetapan tujuan dan program dalam K3
  4. Pelatihan K3 untuk semua sasaran K3
  5. Pencanangan media komunikasi K3 baik melalui media cetak atau media elektronik
  6. Pembuatan rambu – rambu K3 di lingkungan kerja
  7. Pelaporan aktivitas pelanggaran K3
  8. Konsultasi K3
  9. Management visit dan safety talk
  10. Pemeriksaan alat dan mesin
  11. Pemeriksaan kesehatan karyawan
  12. LOTO
  13. Evaluasi pemberlakuan K3 di lingkungan kerja
  14. Perbaikan program K3 untuk management K3 yang lebih baik dari sebelumnya

Itulah beberapa tahapan dan contoh program P2K3 di lingkungan kerja yang Anda harus tahu dan pahami. Tanpa adanya program K3 di lingkungan kerja tentu saja keteraturan pekerjaan dan yang berkaitan dengan kesehatan serta keselamatan kerja karyawan tidak akan berlangsung secara maksimal.

Ruang lingkup K3

Program K3 tersebut harus dilaksanakan dalam semua ruang lingkup K3.

Adapun ruang lingkup K3 sendiri mencakup beberapa aspek berikut ini, diantaranya :

Tempat kerja

Ruang lingkup K3 yang pertama tentu saja adalah tempat kerja. Lingkungan tempat kerja merupakan suatu tempat dimana berbagai macam kegiatan usaha dilakukan. Ruang lingkup K3 ini meliputi semua area yang digunakan selama proses produksi berlangsung.

Tentu saja agar keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja berlangsung lancar tanpa hambatan, tempat kerja harus bisa dipastikan sehat. Tempat kerja yang sehat tersebut adalah lingkungan tempat kerja yang jauh dari bahan B3 berbahaya, memiliki penerangan yang menunjang proses kerja dan memiliki ventilasi udara yang baik. Dengan begitu, suasana kerja akan jauh lebih nyaman dan pekerja akan tetap sehat dan mampu produktif.

Alat – alat kerja

Alat – alat penunjang aktivitas kerja meliputi berbagai macam bahan dan mesin yang perlu digunakan selama proses produksi berlangsung. Nah, berbagai macam alat penunjang aktivitas kerja yang meliputi berbagai bahan dan mesin tersebut harus dicek secara berkala. Penggunaan bahan dan alatnya pun harus sesuai dengan prosedur keamanan yang tepat.

Metode atau cara kerja

Cara kerja perlu dituangkan dalam sebuah SOP (Standard Operational Procedure). Hal ini penting agar tidak ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan SOP k3 dan pekerja dapat melakukan tugasnya secara maksimal tanpa keliru.

SOP pun wajib diinformasikan dengan sebaik mungkin oleh tim ahli K3 kepada semua pihak yang terlibat bekerja di lingkungan kerja baik pemilik perusahaan, karyawan dan pihak terkait lainnya. SOP harus diketahui dan dipahami dengan baik oleh semua pekerja sehingga dengan SOP yang telah diinformasikan tersebut maka pekerjaan yang dilakukan dapat selesai dengan cepat dan jauh lebih efisien.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment