Ketahui 7 Penyebab Kebakaran Hutan Agar Anda Waspada

Kita sering mendengar berita adanya kebakaran hutan. Ya, penyebab kebakaran hutan umumnya karena adanya api berkobarnya besar dan tidak bisa dikendalikan. Kebakaran hutan bisa merusak ekosistem, khususnya tumbuhan dan hewan yang tinggal di hutan tersebut. Kebakaran hutan biasanya bermula dengan membakar sekitar titik api dengan waktu antara 3 menit sampai 10 menit. Setelah itu, api akan merambat semakin besar dan membakar lebih banyak benda.

Tentu kebakaran hutan itu menimbulkan kerugian yang besar. Makhluk hidup di dalam hutan akan punah. Kita juga membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan fungsi hutan kembali. Nah, pada kesempatan ini, kami akan memberikan 7 penyebab kebakaran hutan.

Kebakaran Hutan Indonesia

Source Gambar: https://gapki.id/

Perlu Anda tahu kebakaran hutan dan juga tanah gambut biasanya terjadi di permukaan tanah. Ya, api membakar benda-benda di sekitarnya, seperti semak, pohon, ranting dan daun-daun kering. Jika tidak segera dikendalikan, kebakaran tersebut akan semakin merembet dan membesar ke lokasi lainnya. bahkan, kebakaran tersebut bisa merembet di bawah permukaan tanah.

Jika sudah sampai tahap itu, maka bahan-bahan organik akan terbakar melalui akar pohon serta lubang-lubang tanah gambut. Nah, kebakaran di bawah permukaan tanah inilah yang sulit pemadamannya.

Mengapa api dikendalikan saat kebakaran hutan? Untuk mencegah kebakaran dan kerusakan.

Faktanya, saat kebakaran hutan, api akan bergerak tak terkendali, baik vertikal maupun horizontal. Api tersebut menyebar dalam bentuk kantung asap. Memang kelihatannya seperti asap putih biasa namun sebenarnya mengandung api di dalamnya. Api tersebut cepat dan mudah menyebar ke berbagai tempat. Inilah mengapa memadamkan kebakaran hutan itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Indonesia mempunyai sejarah panjang tentang kebakaran hutan. Terhitung sejak tahun 1982, hutan di Indonesia telah terbakar berulang kali dengan volume yang besar. Bahkan, pada tahun 2015 kemarin, hampir 80% wilayah Sumatera tertutup oleh asap tebal hingga menjalar ke negara Tetangga, baik Malaysia maupun Singapura.

Ada banyak sektor yang terdampak karena kebakaran hutan, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi dan sosial  masyarakat. Banyak masyarakat yang mengalami penyakit gangguan pernapasan karena menghirup udara yang kotor. Lingkungan sekitar tertutup dengan asap yang pekat. Hal tersebut pastinya juga mempengaruhi kegiatan ekonomi di sekitarnya. Pasar banyak yang tutup, kegiatan jual beli juga tidak ada.

Oleh karenanya, pihak terkait harus segera menindaklanjuti kebakaran hutan ini. Selain itu, mereka juga harus menyiapkan formula terbaik untuk mengantisipasi kebakaran hutan.

Baca juga: Mengenal Teori Segitiga Api dan Penjelasannya

Penyebab Kebakaran Hutan

Kami mencatatkan setidaknya ada 11 penyebab kebakaran hutan yang terjadi di dunia termasuk di Indonesia. Untuk penjelasan lebih lengkap, berikut penyebab-penyebabnya.

Musim Kemarau Panjang

Musim kemarau juga menjadi penyebab terjadinya kebakaran, terlebih jika terjadi dalam waktu yang panjang. Mulanya, ada gesekan antar pohon maupun daun kering. Nah, gesekan yang terjadi secara terus menerus itu berpotensi menimbulkan percikan api. Itulah yang menjadi penyebab hutan terbakar. Daerah yang sering terbakar saat musim kemarau ini adalah lereng gunung.

Sambaran Petir

Sambaran petir juga menjadi penyebab kebakaran hutan. Bahkan pengaruhnya lebih besar daripada gesekan pohon pada musim kemarau. Hal itu juga didukung dengan vegetasi tanah yang kering dan mudah terbakar. Saat petir menyambar, maka hutan pun langsung terbakar dengan cepat.

Contoh kasus adalah terjadi di California di tahun 2020. Petir menyambar hutan dan berlangsung selama 3 hari beruntun. Terhitung ada 12.000 sambaran petir yang menyebabkan kebakaran hutan. Pihak terkait mengatakan bahwa kebakaran itu merupakan terbesar di California.

Letusan Gunung Berapi

Penyebab alami kebakaran hutan selanjutnya adalah letusan gunung berapi. Material vulkanik yang terjadi karena letusan gunung berapi sangat berpotensi memicu kebakaran hutan. Hampir semua area vegetasi akan terbakar saat material vulkanik keluar dari letusan.

Kebakaran hutan di area gunung memang tidak mudah pengendaliannya. Kita hanya melihat awan asap putih saja. sebenarnya, asap putih tersebut merupakan tanda bahwa vegetasi di sekitar gunung terbakar.

   Merokok Sembarangan

Merokok sangat berbahaya di tengah hutan, terlebih saat di musim kemarau. Puntung rokok yang dibuang sembarang itu memicu kebakaran hutan. Apalagi jika Anda membuangnya di dedaunan yang kering, itu akan terbakar dengan cepat.

Oleh karenanya, pastikan Anda berhati-hati saat membuang puntung rokok di hutan. Usahakan puntung rokok tersebut benar-benar mati dan tidak membakar vegetasi hutan yang lain.

   Pembukaan Lahan

Pembukaan lahan merupakan masalah yang terjadi di Indonesia. Mereka menebangi pohon-pohon untuk menjadi lahan penanaman sawit. Namun, pembukaan lahan tersebut bisa memicu kebakaran hutan. Kasus itu terjadi di hutan Kalimantan dan Sumatra.

Aktivitas pembukaan lahan menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan. Tentu ini berdampak besar pada ekosistem di hutan. Jika terjadi kebakaran hutan, bukan hanya hewan maupun tumbuhan yang terpengaruh. Namun juga manusia di sekitarnya juga terdampak akibat asap kebakaran yang mempengaruhi kesehatan pernapasan. Pemerintah, khususnya pihak terkait harus segera mengambil tindakan yang cepat.

   Pembakaran Liar

Kebakaran hutan memang ada yang tidak disengaja namun ada juga yang disengaja. Terkadang kebakaran hutan itu karena sengaja dibakar. Mungkin manusia hanya ingin membakar bagian tertentu saja.

Namun kebakaran terlebih dalam musim kemarau itu sangat rentan. Kebakaran akan semakin liar dan tidak bisa terkendali. Terbakarnya hutan tersebut juga akan menyebabkan residu sampah yang menumpuk. Nantinya jika residu tersebut tidak ditangani dengan baik, itu akan menyebabkan kebakaran baru.

   Api Unggun

Kegiatan berkemah memang sangat menyenangkan. Camping menjadi kegiatan yang banyak ditunggu-tunggu oleh siswa. Tahukah kamu? Ternyata salah satu kegiatan dalam camping, api unggun, menjadi penyebab kebakaran hutan, lho.

Banyak orang camping ingin mendapatkan kehangatan sambil melakukan kegiatan sesuatu. Maka dari itu, mereka membuat api unggun. Sayangnya, terkadang mereka lalai. Puing-puing api itu bisa terbang dan membakar dedaunan kering yang ada di sekitar area camping.

Setelah api unggun selesai, pastikan Anda cek kembali jika tidak arang atau bekas kayu yang terbakar. Hal tersebut akan berpotensi membakar benda-benda kering yang lain.

Baca juga: Mengenal 6 Klasifikasi Kebakaran dan Penjelasannya

Kesimpulan

Kebakaran hutan merupakan salah satu kejadian yang merugikan dan berdampak di banyak sektor. Terjadinya kebakaran hutan akan berpengaruh pada kesehatan penduduk sekitar, khususnya pada bagian pernapasannya. Selain itu, kegiatan ekonomi juga akan terpengaruh karena banyak orang lebih memilih untuk di rumah saja, daripada melakukan aktivitas di luar rumah.

Kebakaran hutan juga bisa berdampak ke negeri tetangga seperti Malaysia maupun Singapura. Oleh karena itu, kebakaran hutan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Kebakaran hutan sudah sering terjadi. Pemerintah harus menyiapkan strategi yang tepat agar bisa mencegah kebakaran hutan. Mengetahui penyebab kebakaran hutan tersebut bisa membantu mendapatkan solusi yang tepat dalam pencegahan kebakaran hutan di Indonesia.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment