Pengertian Kebakaran (Api dan Kebakaran)

Pengertian Kebakaran dan Api

Pengertian Kebakaran, Secara umum, pengertian api dan kebakaran adalah dua hal yang saling berkaitan. Kebakaran adalah nyala api baik besar atau kecil yang bersifat merugikan dan secara umum sulit untuk dikendalikan.

Kebakaran juga menjadi sebuah peristiwa yang terjadi karena kondisi darurat baik di lingkungan perusahaan, di lingkungan tempat tinggal atau di tempat kerja. Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa jika membahas perihal kebakaran, arti kebakaran sendiri terdiri atas kondisi merugikan karena api.

Kebakaran merupakan kejadian yang biasanya muncul akibat dari adanya api yang tidak terkontrol yang disebabkan oleh konsleting listrik, rokok, dan bahan kimia, dll.

Pengertian Kebakaran Menurut Para Ahli

Definisi kebakaran menurut para ahli yaitu menurut Direktorat Pengawasan Keselamatan Kerja, kebakaran adalah sebuah fenomena yang gejalanya dapat diamati. Gejala kebakaran adalah terdapatnya panas dan unsur cahaya dalam jumlah besar yang berpotensi berpindah pada suatu bahan yang mudah terbakar.

Menurut NFPA, secara umum kebakaran adalah suatu peristiwa oksidasi yang melibatkan tiga unsur yaitu bahan bakar yang mudah terbakar, oksigen yang terdapat di  udara dan sumber energi atau panas yang berakibat menimbulkan kerugian harta benda, cedera atau bahkan berpotensi merenggut nyawa seseorang (menimbulkan kematian).

Menurut Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) kebakaran adalah suatu peristiwa bencana yang berasal dari api yang tidak dapat dikehendaki dan menimbulkan kerugian baik kerugian materi atau non materi, serta menghilangkan nyawa.

Kerugian materi seperti hilangnya atau hangusnya harta benda, bangunan fisik serta sarana dan prasarana. Sementara kerugian non materi seperti trauma dan rasa takut.

Pengertian Api

Api adalah suatu reaksi kimia atau oksidasi secara cepat yang terbentuk dari segitiga api.

Lalu apa yang dimaksud dengan segitiga api?

Pengertian segitiga api sendiri merupakan tiga unsur pembentuk api yang terdiri atas panas, oksigen dan bahan atau benda mudah terbakar yang outputnya adalah panas dan cahaya.

Ketika api muncul, kebakaran belum tentu terjadi. Kebakaran hanya akan terjadi jika segitiga api bereaksi dalam jumlah yang besar dan tidak terkendalikan. Agar kebakaran tidak berpotensi terjadi, maka tentu saja segitiga api harus dikendalikan sejak kemunculan api.

Pedoman Segitiga Api dibawah ini menjelaskan tentang munculnya api memerlukan 3 komponen yakni bahan yang mudah terbakar, oksigen dan panas.

Pedoman Segitiga Api
Pedoman Segitiga Api

Bagaimana cara pengendaliannya?

Cara pengendalian segitiga api yang dapat dilakukan adalah memperkecil kemungkinan unsur – unsur pembentuk segitiga api berkumpul dalam satu ruang. Pastikan Anda memisahkan panas atau penghasil panas dari bahan – bahan yang sifatnya cenderung mudah terbakar.

Kebakaran juga termasuk dalam salah satu kategori kondisi/situasi darurat di lingkungan Perusahaan baik dari luar maupun dalam lokasi tempat kerja.

Kebakaran bisa terjadi dimana dan kapan saja ketika ada bahan yang mudah terbakar dan sumber kebakaran. Terdapat dua macam sistem perlindungan bangunan terhadap bencana kebakaran yakni sistem proteksi aktif atau APAR dan pasif.

Konsep Kebakaran

Kebakaran terjadi karena api kecil yang tidak segera dipadamkan.

Untuk menimbulkan api harus ada 3 unsur yang saling berhubungan, yaitu oksigen, bahan yang dapat terbakar (bahan bakar), dan peningkatan suhu adalah teori api. Ketiga unsur tersebut disebut dengan istilah ‘Segitiga Api’. Jika ketiga unsur tersebut masih ada maka kebakaran tidak akan padam.

SEGITIGA API
Ilustrasi Konsep Segitiga Api
  • Bahan Bakar (yang harus menjadi / berbentuk uap)

Bahan bakar dapat berupa padat, cair dan gas. Bahan bakar yang dapat terbakar yang bercampur dengan oksigen dari udara.

  • Oksigen (yang cukup untuk menentukan titik penyalaan)

Oksigen merupakan kebutuhan dasar yang mutlak diperlukan oleh makhluk hidup, kendaraan bermotor, maupun industri. Sumber oksigen adalah dari udara, dimana dibutuhkan paling sedikit sekitar 15% volume oksigen dalam udara agar terjadi pembakaran. Tanpa adanya oksigen maka proses kebakaran pun tidak dapat terjadi.

  • Panas

Sumber panas diperlukan untuk mencapai suhu penyalaan sehingga dapat mendukung terjadinya kebakaran. Sumber panas antara lain: panas matahari, permukaan yang panas, nyala terbuka, gesekan, reaksi kimia eksotermis, energi listrik, dan percikan api listrik, api las / potong.

Faktor Terjadinya Kebakaran

Adapun Beberapa faktor penyebab terjadinya kebakaran adalah antara lain sebagai berikut :

  • Faktor Manusia

kelalaian, kecerobohan, kurang hati-hati dan kurang waspada terhadap aturan pemakai / konsumen energi listrik merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya kebakaran listrik.

  • Faktor Teknis

Kebakaran dapat terjadi karena faktor teknis. Faktor teknis meliputi proses kimia, tenaga listrik, dan fisik/ mekanis.

  • Faktor Alam

Kebakaran dapat terjadi secara alami antara lain disebabkan oleh petir, letusan gunung berapi, batu bara yang terbakar. Curah hujan juga merupakan faktor alam yang dapat mempengaruhi peristiwa kebakaran.

Kebakaran ialah nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak diinginkan dan umumnya bersifat merugikan dan sulit dikendalikan. Kejadian kebakaran baik itu kebakran kecil ataupun kebakaran besar terdapat beberapa bahaya di dalamnya yang patut kita ketahui untuk keselamatan dan kesehatan kerja.

Contoh Jenis Bahan Yang Mudah Terbakar dan Wajib di Jauhkan Dari Sumber Api

Apa sajakah bahan – bahan yang mudah terbakar? Beberapa contoh jenis bahan yang mudah terbakar dan harus dijauhkan dari api atau sumber api agar kebakaran tidak terjadi, diantaranya :

  • Hand sanitizer

Bahan yang satu ini merupakan cairan pembersih tangan yang digunakan sehari – hari untuk membunuh kuman. Hand sanitizer merupakan cairan pensteril dari kuman dan bakteri yang mengandung alcohol dan mudah terbakar pada suhu rendah. Bahkan pada beberapa kasus, hand sanitizer dapat bereaksi dengan percikan api dalam tempo yang sangat cepat.

  • Minyak goreng

Terlebih minyak goreng dalam kondisi panas sangat mudah terbakar. Pastikan Anda tidak meninggalkan minyak goreng pada penggorengan di atas kompor menyala tanpa Anda jaga. Nyala kompor dan minyak goreng dalam jumlah besar berpotensi menyebabkan kebakaran. Jika sudah terbakar, letusan dan percikan minyak yang meluber kemana – mana akan terjadi.

  • Aseton

Aseton merupakan cairan penghapus cat kuku yang didalamnya terdapat kandungan larutan. Uap dari aseton ini sangat mudah terbakar, jadi cairan asetonnya sendiri bisa Anda bayangkan bagaimana potensinya menyebabkan kebakaran.

  • Produk pencuci pakaian

Berbagai macam produk pencuci pakaian seperti cairan pewangi, bubuk deterjen kering, cairan pelembut pakaian, penghapus noda pada kain dan yang lainnya sangat mudah terbakar. Pastikan agar Anda menggunakannya tanpa ada sumber nyala api terbuka.

  • Produk otomotif

Produk – produk otomotif seperti halnya minyak rem, minyak pelumas, semir body kendaraan didalamnya merupakan bahan yang banyak mengandung bahan mudah terbakar.

Pastikan jika dirumah Anda menyimpan produk otomotif, produk tersebut Anda simpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari. Jangan Anda gunakan bersamaan dengan nyala api terbuka dan jangan didekatkan dengan sumber api atau bahan yang memicu atau memantik api.

Nah, dari bahan – bahan yang mudah terbakar tersebut potensi api atau sumber api harus Anda pisahkan atau Anda jauhkan. Hilangkan udara dengan pengisolasian dan hilangkan panas dengan melakukan pendinginan.

Ketiga cara tersebut merupakan langkah  penting yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai dari segitiga api yang berpotensi menyebabkan atau menimbulkan terjadinya kebakaran.

Cara Penyebaran Api

Anda juga perlu tahu bahwa api dapat menyebar melalui berbagai macam cara. Setidaknya terdapat empat cara penyebaran api yang berpotensi terjadi, diantaranya :

  1. Penyebaran api melalui konveksi : peristiwa perpindahan panas dari zat perantara yang disertai dengan perpindahan partikel zat. Penyebaran api melalui konveksi dapat terjadi pada zat cair atau pun gas dan biasanya terjadi karena perbedaan massa jenis karena pemanasan.
  2. Penyebaran api melalui radiasi : peristiwa perpindahan panas secara langsung tanpa perantara
  3. Penyebaran api melalui konduksi : peristiwa perpindahan panas dari benda padat dari satu benda yang tersulut api ke benda padat lainnya yang memicu kebakaran.
  4. Penyebaran api melalui proses penyalaan api langsung pada tempat disulutnya api

Bahaya dan Dampak Kebakaran

Adapun beberpa bahaya serta dampak api dan Kebakaran di antara lain ialah sebagai berikut :

Bahaya yang ditimbulkan oleh Kebakaran

  1. Api (jilatan api yang dapat membakar kulit/tubuh).
  2. Suhu panas (dapat menyebabkan hipertermia).
  3. Asap (dapat menyebabkan sesak nafas dan mengganggu pengelihatan).
  4. Gas-gas beracun (dapat menimbulkan penyakit (Penyakit Akibat Kerja) dan gangguan kesehatan lainnya).
  5. Runtuhan bangunan (dapat menimpa korban yang terjebak di dalamnya sewaktu-waktu).
  6. Ledakan (bahan mudah meledak di sekitar area kebakaran dapat melukai apa saja di dekatnya),dll.

Kerugian yang ditumbulkan oleh kebakaran

Di samping bahaya kebakaran di atas, kebakaran juga dapat menimbulkan kerugian yang diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Manusia (korban jiwa pada kejadian kebakaran).
  2. Material (nilai bangunan dan aset yang rusak disebabkan kejadian kebakaran).
  3. Lingkungan (flora dan fauna yang musnah karena kejadian kebakaran, efek termal kebakaran serta peningkatan gas CO2 dan polusi).
  4. Ekonomi (kerugian finansial akibat tidak mampu berjalannya bisnis dampak dari kejadian kebakaran).
  5. Sosial (PHK massal dikarenakan kebangkrutan bisnis dampak dari kejadian kebakaran).dll

K3 Kebakaran

Pada pembahasan tentang materi kebakaran kali ini, kita juga akan membahas tentang K3 kebakaran. Pengertian definisi umum K3 kebakaran merupakan suatu aturan yang membahas keselamatan dan kesehatan kerja yang berkaitan dengan api, pencegahan terhadap api, dan cara penanggulangan api ketika kebakaran terjadi di lingkungan perusahaan atau tempat kerja.

K3 kebakaran diperlukan untuk meminimalisir dampak dari kebakaran dan mencegah terjadinya kebakaran yang sangat merugikan banyak pihak. Pada prinsipnya, metode pemadaman api ketika kebakaran terjadi sebagai berikut :

  1. Pendinginan : peristiwa ini merupakan metode pemadaman api yang dilakukan untuk menghilangkan unsur panas. Pendinginan biasanya dilakukan dengan menggunakan media berbahan dasar air.
  2. Isolasi : permukaan benda yang terbakar perlu ditutup setelah proses pendinginan berlangsung. Metode isolasi diperlukan guna menghalangi unsur O2 menyalakan api. Isolasi dapat dilakukan dengan media busa atau serbuk.
  3. Dilusi : Meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api sangat penting setelah proses memadamkan api dilakukan. Dilusi dilakukan menggunakan media gas CO2
  4. Pemisahan bakan mudah terbakar merupakan metode lanjutan yang dilakukan dengan cara memisahkan bahan mudah terbakar dari unsur api. Metode ini dilakukan dengan memindahkan bahan mudah terbakar dari jangkauan api atau sumber api.
  5. Terakhir pemutusan rantai reaksi yang perlu dilakukan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas yang dapat memicu rantai reaksi api. Proses terakhir ini dilakukan menggunakan bahan dasar halon.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

6 thoughts on “Pengertian Kebakaran (Api dan Kebakaran)”

Leave a Comment