Kecelakaan Kerja Di Laboratorium, Penyebab, Tata Tertib, komponen K3 Laboratorium

Kecelakaan kerja di laboratorium merupakan suatu kejadian tak terduga yang terjadi di laboratorium dan mengakibatkan terjadinya cedera fisik dan kerugian moril atau material.

Sama halnya dengan kecelakaan pada umumnya, terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium juga disebabkan karena berbagai macam faktor.

Penyebab Kecelakaan kerja di laboratorium

Di antara beberapa aspek yang menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium meliputi :

  • Kurang hati – hati dalam melakukan prosedur reaksi kimia dari materi – materi yang disediakan
  • Alat laboratorium tidak dalam kondisi steril sehingga akan meninggalkan zat – zat berbahaya
  • Kurangnya karantina atau pengamanan terhadap hewan yang menjadi objek riset dan berpotensi bereaksi buas terhadap berbagai zat hasil reaksi kimia
  • Ceroboh dalam bekerja atau pun menggunakan alat dan bahan praktek di laboratorium
  • Laboratorium yang kotor dan lantai yang licin juga berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja dalam laboratorium

Tata Tertib Untuk Mencegah Kecelakaan Kerja di Laboratorium

Untuk menghindari dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium tentu saja perlu adanya peraturan dan tata tertib yang harus dijalankan semua orang yang bekerja di laboratorium tersebut.

Adapun beberapa aturan dan tata tertib yang harus dijalankan semua orang yang bekerja di laboratorium terdiri atas :

  1. Semua orang yang bekerja di laboratorium dilarang mengambil atau membawa keluar alat dan bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
  2. Orang – orang yang tidak berkepentingan juga dilarang masuk ke laboratorium demi mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan.
  3. Penggunaan alat serta bahan praktek di laboratorium harus sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan. Jangan pernah melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi tentang bahaya bahan kimia, alat dan bagaimana cara menggunakannya.
  4. Jika ada keraguan saat akan melakukan percobaan reaksi kimia, harus segera menanyakan kepada pihak terkait atau yang lebih mengerti dan memahaminya.
  5. Lakukan pengenalan tentang bagaimana cara berinteraksi dengan cairan kimia, menggunakannya dan cara memindahkannya.
  6. Gunakan jas laboratorium ketika sedang bekerja
  7. Upayakan agar Anda tidak sedang sendirian di dalam ruang laboratorium agar jika terjadi kecelakaan ada pihak lain yang segera melakukan evakuasi.
  8. Jika ada perlengkapan dan peralatan yang rusak, segeralah melaporkan ke petugas laboratorium yang bertugas
  9. Cari tahu bagaimana cara pemakaian alat – alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator dan berbagai alat keselamatan kerja lain yang tersedia di laboratorium sebagai instrumen K3 di laboratorium.
  10. Berhati – hatilah jika bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen yang bersifat volatil dan mudah terbakar
  11. Masing – masing pekerja yang bekerja di laboratorium harus tahu tentang cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan
  12. Pelatihan kerja dan skill untuk bekerja di laboratorium harus diberikan secara berkala
  13. Jangan pernah bergurau atau bercanda di laboratorium karena sangat bahaya

Peralatan Keselamatan Kerja Di Laboratorium

Untuk meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium, dalam ruangan juga harus ada semua komponen K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja) yang dapat meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium. Beberapa komponen K3 yang harus ada di laboratorium terdiri atas :

  1. Pemadam kebakaran atau fire hydrant dan alat pemadam api ringan atau APAR
  2. Eye washer
  3. Water shower
  4. Kotak P3K
  5. Jas laboratorium
  6. Peralatan dan perlengkapan mencuci peralatan laboratorium
  7. Peralatan pembersihan, dan sebagainya

Kecelakaan kerja dalam laboratorium juga bisa terjadi karena limbah kimia yang tidak dibuang setelah digunakan.

Limbah kimia hendaknya segera dibuang pada suatu tempat khusus karena beberapa jenis zat kimia merupakan limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja dalam laboratorium.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment