K3 Pertambangan | Makalah K3 Pertambangan

K3 pertambangan merupakan suatu kondisi di lingkungan kerja yang berkaitan dengan kebijakan untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja dan memastikan kesehatan setiap pekerja yang terlibat.

Terlebih kegiatan pertambangan adalah kegiatan yang sangat berbahaya, maka K3 pertambangan harus diperhatikan seintens mungkin agar potensi kecelakaan dapat diminimalisir terjadi di lingkungan pertambangan baik untuk menjaga setiap pekerja dan setiap orang yang berada di sekitar lingkungan pertambangan tersebut.

Pelaksanaan Kebijakan dalam K3 Pertambangan

Dalam K3 pertambangan, pelaksanaan kebijakannya meliputi 6 faktor berikut ini :

  • Penyusunan kebijakan
  • Perencanaan yang tepat
  • Organisasi atau personel
  • Implementasi K3 pertambangan
  • Kegiatan evaluasi atas implementasi kerja
  • Dokumentasi terkait kegiatan

Penyusunan kebijakan

Semua kebijakan yang sudah didiskusikan tidak akan dapat dijalankan sebagaimana mestinya jika kebijakan yang sudah dibahas tersebut tidak disusun dengan ritme dan alur yang seharusnya. Jadi kebijakan yang telah disusun mulai dari isi kebijakan, perencanaan, penetapan, komunikasi kebijakan serta tinjauan kebijakan harus sesuai dengan kondisi lapangan sehingga segala sesuatunya dapat diimplementasikan secara maksimal dan secara total.

Perencanaan yang tepat

Kebijakan yang sudah disusun harus dibuat suatu perencanaan secara tepat. Perencanaan yang dimaksud itu sendiri dimulai dari beberapa kegiatan berikut ini :

  • Menelaah kebijakan yang telah disusun. Hal ini penting karena suatu kebijakan yang sudah disusun belum tentu final karena harus ada tindakan penyesuaian dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
  • Membuat manajemen resiko yang tepat
  • Mengidentifikasi kepatuhan terhadap berbagai peraturan yang seharusnya dibuat
  • Penetapan tujuan, sasaran dan program yang akan dijalankan
  • Penetapan rencana kerja dan anggaran yang dibutuhkan dalam menunjang segala macam pelaksanaan K3 pertambangan.

Semua itu akan dibahas agar keputusan final bisa didapatkan setelah proses perencanaan berlangsung.

Organisasi atau personel

KTT (Kepala Teknik Tambang) atau PJO (Penanggung Jawab Operasional) yang bertugas dalam lingkungan kerja pertambangan harus ditunjukkan oleh perusahaan. Suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan juga harus memiliki beberapa tim penting seperti:

  • Tim tanggap darurat
  • Tim pengawas operasional dan teknik
  • Tim yang bertugas sebagai tenaga teknik khusus pertambangan
  • Komite keselamatan dan pertambangan
  • Bukti pelatihan dan pendidikan serta kompetensi
  • Administrasi anggaran yang berkaitan dengan keselamatan pertambangan, serta masih banyak lagi lainnya

Implementasi K3 pertambangan

Implementasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program yang telah diACC dan telah direncanakan sebelumnya. Jadi implementasi adalah suatu model eksekusi atas rencana yang telah ditetapkan dan disusun sebelumnya.

Implementasi dalam K3 pertambangan meliputi beberapa aspek, seperti :

  • Pelaksanaan pengelolaan kegiatan operasional di lingkungan pertambangan
  • Lingkungan kerja
  • Kesehatan kerja
  • KO pertambangan
  • Bahan peledak
  • Kondisi darurat
  • Perancangan dan rekayasa
  • Penyediaan pertolongan pertama pada kecelakaan di lingkungan tambang, dan masih banyak lagi lainnya

Kegiatan evaluasi atas implementasi kerja

Evaluasi yang dimaksud merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemantauan dan pengukuran kinerja, inspeksi keselamatan pertambangan, prosedur kepatuhan aturan, penyelidikan kecelakaan atau kejadian yang menimbulkan bahaya bagi lingkungan kerja, penyakit yang terjadi akibat kerja, administrasi keselamatan di lingkungan tambang, audit internal dan tindak lanjut pada temuan yang tidak sesuai.

Dokumentasi terkait kegiatan

Dokumentasi yang seharusnya dilakukan berupa penyusunan manual kebijakan K3 pertambangan, pengendalian dokumen yang dibutuhkan, pengendalian rekaman, serta penetapan jenis dokumen dan rekaman.

Keenam poin di atas semua harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan sehingga kebijakan yang dilakukan memang memberikan dampak yang sangat besar bagi keseluruhan aktivitas di lingkungan pertambangan. Dengan demikian semua tujuan bisa tercapai dan semua tindakan terorganisir dengan baik.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment