Hiradc adalah? Pengertian, Tujuan, Contoh dan Hiradc Form

Hiradc merupakan salah satu elemen penting pendukung dalam SMK3 atau sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, karena bersangkutan langsung dengan upaya pengendalian bahaya dan pencegahan yang digunakan untuk mencapai program k3 serta rencana K3 yang telah di tetapkan sebelumnya.

Jadi apa sih sebernarnya Hiradac itu, sampai dianggap elemen terpenting didalam K3.

Pengertian Hiradc

Hiradac adalah gabungan dari beberapa istilah dalam prosedur k3 yang di atur dalam OHSAS 18001.

Hiradc adalah kependekan dari Hazard Identification Risk Assessment and Determining Controls. Pengertian hiradc sendiri adalah suatu metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi terhadap resiko, bahaya dan penentuan atas pengendalian suatu bahaya yang terjadi di lingkungan kerja.

Berdasakan arahan OHSAS 18001 menyatakan bahwa setiap organisasi harus menetapkan prosedur keselamatan kerja, melakukan upaya Identifikasi Risiko atau (Hazard Identification), dan Penilaian Risiko atau (Risk Assessment), serta Pengendalian Risiko atau (Determining Control).

Hal tersebut diatas lah yang diambil dari kata Hazard Identification, Risk Assessment, Determining Control kemudian di singkat menjadi satu istilah atau dikenal dengan istilah HIRADC.

Tujuan Hiradc

Setelah memahami pengertiannya secara singkat diatas, alangkah lebih baik kita juga mengetahui tujuannya.

Adapun tujuan dari Hirdac adalah:

  1. (Hazard / Bahaya) – Tujuan yang pertama adalah untuk dapat mengidentifikasi semua faktor ataupun penyebab yang dapat membahayakan tenaga kerja serta orang lain yang ada dalam lingkungan tempat kerja.
  2. (Risk / Risiko) – Tujuan kedua adalah untuk dapat mempertimbangkan kemungkinan akan adanya bahaya yang sebenarnya  bisa menimpa siapa saja dalam suatu kasus tertentu, serta dampak atau konsekuensi yang mungkin timbul.
  3. (Control / Pengawasan) – Tujan ketiga adalah untuk memungkinkan seorang pengusaha atau sebuah perusahaan untuk dapat merencanakan, memperkenalkan dan memantau tindakan pengendalian guna memastikan bahwa risiko yang dapat timbul telah dikontrol secara menyeluruh setiap waktu.

Hal Penting Yang Harus di Perhatikan Dalam Pelaksanaan Hiradc

Dalam pelaksanaan hiradc, ada beberapa hal penting yang Anda harus perhatikan yaitu :

  • Hazard atau bahaya
  • Resiko
  • Penentuan pengendalian bahaya dan resiko (Dalam hal ini harus dipertimbangkan juga tingkat hierarki dari pengendalian, eliminasi, substitusi, isolasi dan juga engineering control sekaligus
  • Perubahan ketentuan yang diinformasikan oleh pihak managemen
  • Pencatatan dan dokumentasi dari kegiatan hiradc
  • Tinjauan yang berkesinambungan atau berkelanjutan

Lantas, dalam pembuatan hiradc apa sajakah hal penting yang harus jadi bahan pertimbangan?

Contoh HIRADC

Dalam contoh hiradc yang termaktub dalam penjelasan aturan OHSAS 18001 : 2007 dijelaskan bahwa item – item yang harus masuk ke dalam pembuatan hiradc terdiri atas :

  1. Kegiatan rutin yang berkaitan dengan operasional organisasi atau perusahaan dan kegiatan non rutin. Untuk kegiatan non rutin yang dimaksud di antaranya seperti keadaan darurat, bencana alam di sekitar lingkungan kerja, pemeliharaan di luar jadwal, pengoperasian mesin, kegiatan pembersihan, visit client dan kondisi lain yang memang tidak secara rutin dilakukan oleh organisasi)
  2. Seluruh kegiatan yang memungkinkan seluruh pekerja atau orang memiliki akses masuk di area kerja termasuk tamu atau client
  3. Perilaku manusia, kemampuan dan faktor manusia. Faktor manusia yang dimaksud termasuk didalamnya kesalahan, sifat dan kebiasaan yang mereka punya
  4. Bahaya yang berasal dari luar tempat kerja dan dapat menimbulkan berbagai macam efek buruk kesehatan dan berkaitan dengan keselamatan kerja di organisasi atau perusahaan tersebut
  5. Hazard atau bahaya yang timbul dari kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan atau pun aktivitas yang berada di bawah kontrol dan kendali di lingkungan kerja atau organisasi terkait
  6. Infrastruktur, sarana, prasarana, peralatan dan berbagai komponen material di tempat kerja yang disediakan oleh pihak luar atau organisasi terkait
  7. Perubahan atau berbagai macam rencana perubahan pada organisasi, kegiatan dan berbagai bahan yang digunakan
  8. Modifikasi dari SMK3 baik yang bersifat sementara atau bersifat permanen
  9. Segala macam peraturan yang bersifat mengikat dan berkaitan dengan penilaian resiko serta berbagai model pengendalian yang dibutuhkan
  10. Desain area kerja, proses, instalasi, mesin dan peralatan juga termasuk kemampuan adaptasi dari pekerja atau manusia

Dalam penentuan atau pembuatan metodologi untuk melakukan hiradc, semuanya merupakan tindakan proaktif yang terdiri atas beberapa komponen berikut :

  1. Observasi secara langsung yang merupakan pengamatan terhadap sumber secara langsung
  2. Diskusi grup. Jadi sebelum teknik hiradc dilakukan, perlu fokus grup diskusi yang didalamnya berisi berbagai macam orang yang kompeten dan terlibat dalam berbagai pelaksanaan tanpa terkecuali
  3. Membayangkan resiko dan bahaya yang nantinya diperlukan dalam penentuan strategi pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja SMK3 yang memanfaatkan teknik hiradc dalam tata laksananya.

Download Contoh HIRAD

Berikut ini adalah beberapa contoh Hiradc dalam beragam format yang dapat kamu download secara gratis.

Hiradc Form

Dalam penentuannya, hiradc form dipergunakan untuk menilai resiko dan mengidentifikasi terjadinya bahaya yang memungkinkan terjadi di lingkungan kerja.

Melalui hiradc, berbagai macam tahapan kerja dan bahaya dapat diidentifikasi dan pada akhirnya kita dapat mengerti dan memahami lebih awal terkait banyak hal termasuk terkait dengan pekerjaan sehingga peluang terjadinya kecelakaan kerja dapat dikurangi atau pun dihilangkan.

Perbedaaan JSA dan Hiradc

Sebelum kita membahas perbedaaanya, alangkah lebih bagus kita mengenal lebih dalam mengenai JSA.

Job Safety Analysis atau yang sering dikenal sebagai JSA merupakan suatu tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja.

Jadi, pengertian JSA adalah suatu sistem atau prosedur keselamatan kerja di lingkungan kerja baik itu perusahaan, pabrik atau kantor yang fokusnya adalah terhadap identifikasi bahaya di lingkungan kerja.

Lebih jelas tentang JSA dapat kamu baca pada artikel berikut ini:

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment