Emergency Plan Penjamin Keselamatan Dan Kesiapsiagaan Pekerja

Emergency plan merupakan satu kebijakan yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Sejatinya, keadaan darurat bisa kapan saja terjadi tanpa diduga duga. Untuk itu, perencanaan tanggap darurat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan kerja anggota perusahaan.

Untuk mengetahui langkah perencanaan tanggap darurat, berikut ulasannya.

Identifikasi Keadaan Darurat

Sebagai langkah awal untuk merencanakan tanggap darurat, perlu adanya program edukasi identifikasi semua situasi darurat. Perusahaan harus mengkoordinir para anggotanya, untuk lebih sigap dalam menghadapi kondisi darurat yang mungkin terjadi selama jam kerja.

Pemilik perusahaan juga perlu mempertimbangkan lokasi untuk dijadikan sebagai tempat evakuasi. Teruntuk anda yang ingin membangun usaha, pertimbangkan beberapa hal sebelum mendirikan bangunan perusahaan.

Mulai dari lokasi, sifat pekerjaan, mesin yang dijalankan, bahan kimia yang digunakan, hingga fasilitas keamanan. Bila perlu, buatlah daftar potensi keadaan darurat yang mungkin akan dihadapi ketika sedang menjalankan pekerjaan.

Setelah daftar kemungkinan risiko darurat dibuat, lakukan penilaian terhadap risiko terkait. Dari daftar potensi keadaan darurat, pilih keadaan mana yang paling memiliki potensi terjadinya yang lebih besar. Kemudian, identifikasi langkah pertama untuk menghadapi keadaan darurat.

Mulai dari proses evakuasi, hingga rencana selanjutnya harus dipersiapkan dengan matang.

Identifikasi Persediaan Untuk Menanggapi Keadaan Darurat

Selain memiliki kemampuan untuk identifikasi keadaan darurat, kini anda perlu memperhatikan persediaan untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi. Perhatikan apakah emergency plan perusahaan anda memiliki sumber daya yang disediakan untuk menanggapi keadaan darurat yang terjadi tanpa bisa diprediksi.

Apabila anda sedang bekerja di suatu perusahaan, nilailah tempat kerja tersebut akan kemampuan merespon situasi darurat. Hal ini berkaitan dengan sumber daya eksternal dan internal sebagai persediaan untuk menghadapi keadaan darurat.

Sebagai contoh, anda bisa menghadapi situasi darurat dengan mengurangi sumber pengapian yang menyebabkan kebakaran. Tindakan mengurangi sumber api merupakan salah satu sumber daya kontrol proaktif. Inilah yang disebut sebagai persediaan sumber daya untuk menghadapi situasi darurat.

Selain kontrol proaktif, masih ada pula beberapa sumber daya seperti saluran komunikasi, bantuan para medis, peralatan kebakaran, dan kebutuhan yang nantinya digunakan saat terjadi keadaan darurat.

Emergency Response Plan (ERP)

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dalam sebuah perusahaan pasti tak terlepas dari potensi terjadinya situasi berbahaya. Pada saat dihadapkan oleh situasi darurat, pasti diperlukan sikap, perilaku, dan pemikiran yang tanggap serta tangguh.

Melalui penjelasan tersebut dapat ditarik benang merah, bahwa ERP merupakan sebuah rangkaian kegiatan antisipasi bencana. Manajemen sistem perencanaan siap siaga bencana ini, menjadi sebuah program yang penting untuk dicanangkan.

Pasalnya perlindungan penuh tak hanya diberikan untuk pemilik perusahaan saja, namun juga seluruh anggota mulai dari karyawan hingga staf pembantu lainnya. Perlindungan ini bisa dikatakan sebagai jaminan yang diberikan perusahaan.

Emergency plan ini bertujuan untuk memastikan kesigapan untuk menghadapi bencana atau kondisi darurat lainnya. Beberapa keadaan darurat seperti kebakaran, ledakan, cedera, dan penyakit akibat kerja dan semua harus ada perencanaan penanganannya. Umumnya, beberapa perusahaan membagi keadaan darurat menjadi tiga bagian.

Adapun pembagian keadaan darurat dimulai dari fatality, serious, dan moderate. Fatality merupakan penanda atau tanda peringatan untuk tidak melakukan hal hal tertentu selama kejadian darurat.

Biasanya, perusahaan tidak memperbolehkan karyawannya untuk menyentuh apapun selama bantuan belum sampai ke lokasi yang terkena dampak bencana. Untuk bagian serious mewajibkan orang atau pihak medis untuk turut membantu dan bertanggung jawab dalam mengevakuasi seseorang.

Sama seperti serious, moderate juga mewajibkan orang orang untuk saling membantu dalam situasi darurat. Apabila ada seseorang yang terluka, maka orang lainnya wajib memberikan bantuan penuh.

Emergency Response Team (ERT)

Secara mendasar, ERT atau dalam bahasa Indonesia Tim Tanggap Darurat bisa dikatakan sebagai sumber daya untuk menghadapi keadaan darurat. ERT juga merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Jika ERP mencakup rencana persiapan keadaan darurat, ERT lebih mencakup tim keselamatan untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian yang besar. Unit kerja keselamatan dibentuk dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan sebuah perusahaan.

ERT juga bertugas untuk menghimpun seluruh pegawai untuk mengatasi jika ada bencana di lingkungan kerja. Mereka akan dibimbing oleh team emergency plan mengenai segala perihal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama terjadi bencana.

Aksi siap tanggap dengan membentuk team keamanan ini perlu dicanangkan oleh setiap perusahaan. Mereka akan berupaya untuk menyelamatkan jiwa maupun aset perusahaan dengan cara yang sangat ter koordinir. Jika nantinya terjadi bencana, tim Unit Tanggap Darurat akan meminta bantuan dari luar untuk menyelamatkan perusahaan beserta isinya.

Adapun struktur Unit Tanggap Darurat terdiri dari ketua, wakil, RPK (Regu Pemadam Kebakaran, Regu Evakuasi, Regu P3K, Logistik, dan Keamanan. Semua struktur ini dipilih langsung oleh ketua perusahaan melalui persetujuan anggota lainnya. Tentunya, mereka mengemban tugas masing masing untuk menghadapi keadaan darurat.

Berbicara mengenai tugas Unit Tanggap Darurat sebenarnya dibagi berdasarkan posisi strukturnya. Sebagai contoh, ketua Unit Tanggap Darurat mengemban tugasnya dengan mengawasi pelaksanaan program dan membuat kebijakan atau aturan untuk menghadapi bencana. Sedangkan anggota yang lain bertugas dengan menyesuaikan perannya masing masing.

Untuk artikel lengkapnya tentang Struktur organisasi, serta tugas dan fungsinya sudah kami bahas pada artikel berikut ini :

Emergency Exit

Jika diartikan menurut bahasanya, emergency exit adalah jalur keluar darurat yang harus ada di setiap tempat, khususnya bangunan perusahaan. Emergency exit ini bisa dibilang sebagai sumber daya untuk kesiapan menghadapi keadaan darurat.

Tujuan dari adanya emergency exit ini adalah sebagai jalan keluar ketika terjadi bencana atau kebakaran. Dalam merencanakan program emergency plan, sebuah perusahaan harus melakukan evaluasi melalui emergency exit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari ukuran jalan, kapasitas, dan jangkauan. Jika emergency exit sudah lolos kriteria, maka dapat dipastikan sumber daya tersebut bisa digunakan untuk antisipasi darurat.

Bila mana gedung perusahaan anda belum memiliki emergency exit yang sesuai standar keamanan, segera lengkapi sebagai bentuk antisipasi situasi darurat yang menjamin keamanan semua orang. Perhatikan pula segala kemungkinan yang terjadi selama kondisi darurat berlangsung, agar semua orang dalam gedung tetap aman.

Mengenai Emergency Exit atau jalaur evakuasi ini selengkapnya dapat anda baca pada aritikel ini:

Pemangku Kepentingan Tanggap Darurat

Begitu rencana tanggap darurat selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah mengkomunikasikannya kepada semua pekerja. Tak lupa, pihak pembuat rencana tanggap darurat juga harus menyampaikan programnya kepada pemangku atau kepentingan yang relevan dengan program tersebut.

Dengan begini, antara karyawan dan pemangku memiliki kesinambungan. Selain membicarakan perihal rancangan tanggap darurat, pihak perusahaan juga perlu melatih para karyawannya untuk bisa menghadapi situasi darurat.

Bila perlu, pemilik perusahaan bisa meminta bantuan kepada badan badan yang bertugas di bidang keamanan dan keselamatan bencana, seperti pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana, dan lain sebagainya.

Pelatihan yang diberikan oleh badan badan yang bertugas di bidang keamanan seperti BPBD, tentu akan memberikan informasi yang lebih akurat. Pasalnya, mereka lebih tahu dan berpengalaman dalam mengatasi kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Tindakan awal, prosedur evakuasi, dan semua hal yang berkaitan dalam emergency plan.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment