Contoh Sistem Manajemen K3

Manajemen perusahaan perlu memahami contoh sistem Manajemen K3 yang tepat.Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memegang peranan penting pada sebuah perusahaan. Sistem tersebut diterapkan untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi saat bekerja. Sistem manajemen  K3 yang buruk itu akan berpengaruh langsung pada kinerja karyawan. Mereka kurang optimal dalam bekerja karena keselamatan dan kesehatan mereka kurang terjamin. Tentu ini juga akan berdampak buruk pada perusahaan termasuk menurunnya profit perusahaan.

Dengan adanya K3, karyawan akan mendapatkan perlindungan saat bekerja. Mereka juga akan mendapatkan pemenuhan hak-hak dasar sebagai pekerja. Konsep K3 dilaksanakan dengan mengurangi risiko kecelakaan kerja maupun potensi penyakit saat sedang bekerja.

Definisi Sistem Manajemen K3

Sistem manajemen K3 merupakan salah satu bagian sistem manajemen di perusahaan yang mempunyai fungsi penting. Salah satunya adalah mengendalikan potensi terjadinya kecelakaan saat karyawan sedang bekerja. Dengan kata lain, karyawan pun bisa bekerja dengan aman dan tenang tanpa takut terjadinya bahaya maupun penyakit akibat bekerja.

Tempat kerja juga menjadi tempat yang aman, nyaman dan produktif bagi karyawan. Ini tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan khususnya dalam meningkatkan produktivitas perusahaan.

Sistem manajemen K3 ini sudah diatur oleh pemerintah melalui PP No. 50 Tahun 2012. Dalam peraturan tersebut, perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terlebih perusahaan yang mempunyai karyawan dengan jumlah minimal 100 orang.

Selain itu, perusahaan tersebut juga mempunyai risiko pekerjaan yang tinggi saat bekerja. Khususnya perusahaan yang bergerak dalam sektor industri otomotif, pupuk, minyak bumi, gas, pertambangan dan sektor yang lainnya.

Selain PP No. 50 Tahun 2012 di atas, sistem manajemen K3 ini juga mengacu pada standar internasional, ISO 45001:2018. Nah, beberapa perusahaan yang menerapkan K3 ini adalah sebagai berikut: pertambangan, konstruksi, perkeretaapian, rumah sakit, perusahaan angkutan umum, dan penerbangan.

Baca juga: Sistem Manajemen K3 Pada Proyek Konstruksi

Manfaat Implementasi Sistem Manajemen K3

Adanya sistem manajemen K3 tentu mendatangkan manfaat bagi perusahaan. Apa saja manfaat penerapan sistem manajemen K3 ini? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasannya sebagai berikut!

Sebagai perlindungan bagi pekerja

Karyawan atau pekerja adalah salah satu aset berharga yang perusahaan miliki. Adanya sistem manajemen K3 ini akan melindungi pekerja dari berbagai potensi bahaya saat bekerja. Fokus utama sistem manajemen K3 adalah memberikan perlindungan kepada pekerja baik dalam bahaya psikis, fisik maupun materi. Risiko kecelakaan kerja itu sangat mungkin saat bekerja. Dengan adanya sistem manajemen K3 ini, karyawan bisa bekerja dengan aman, nyaman dan optimal. Perusahaan juga mendapatkan keuntungan karena meningkatnya produktivitas perusahaan.

Wujud ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku

Perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak boleh semena-mena, termasuk dalam hal penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Ada aturan maupun perundang-undangan yang harus ditaati oleh perusahaan demi kelancaran berbisnis mereka.

Penerapan K3 oleh perusahaan ini juga akan menaikkan citra positif perusahaan di mata masyarakat umum. Investor maupun mitra kerja pun juga mengapresiasi perusahaan yang sudah menerapkan K3. Perusahaan yang sudah menerapkan K3 itu mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut memang mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja.

Kita sering mendengar bahwa perusahaan yang mengabaikan K3 sering dirundung banyak masalah, baik dengan pekerja maupun lembaga yang mengurusnya.  Ini pastinya akan membuat citra buruk untuk perusahaan.

Menaikkan Kredibilitas Perusahaan

Perusahaan tentu berhubungan dengan banyak pihak, termasuk mitra bisnis, konsumen hingga pemerintahan. Salah satu cara untuk mendukung kelancaran usaha adalah dengan menerapkan K3. Sistem manajemen K3 menjadi jaminan bahwa proses produksi itu berjalan dengan baik, benar dan sesuai dengan prosedur. Selain itu, adanya penerapan sistem manajemen K3 ini juga menjadi bukti bahwa produk perusahaan siap jual tanpa adanya kerusakan maupun cacat dalam jumlah yang besar.

Sistem manajemen K3 ini juga efektif menekan angka kecelakaan saat bekerja. Hal ini juga membuktikan bahwa perusahaan bisa beroperasi dengan baik dan normal. Perusahaan juga memberikan jaminan kepada pelanggan akan produksi barang yang tetap terjaga kualitas serta kuantitasnya. Dengan kata lain, kerja sama bisnis tersebut akan bisa terjalin dalam waktu yang lama.

Mendukung Sistem Manajemen Perusahaan yang Efektif

Sistem manajemen K3 menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan secara umum. Adanya sistem manajemen K3 ini akan mendukung alur kerja yang sudah diterapkan di perusahaan. Segala tahapan kerja mulai dari perencanaan, hingga pencegahan tercatat dan terdokumentasi dengan baik. Ini tentunya mendukung sistem manajemen perusahaan yang efektif dan efisien.

Secara rinci, sistem manajemen ini berperan penting dalam memberikan perlindungan kepada pekerja terkait dengan kesehatan dan keselamatannya saat bekerja. Dengan kesadaran K3 yang sudah terbangun antar pekerja, maka risiko kecelakaan kerja pun bisa kita tekan dan berkurang.

Itulah manfaat dari sistem manajemen K3 yang bisa anda tahu. Sistem manajemen jika dijalankan dengan baik maka itu akan memberikan banyak manfaat yang banyak. Selain melindungi pekerja dari risiko bahaya dan penyakit, perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan dari meningkatnya produktivitas perusahaan.

Contoh Sistem Manajemen K3

Ada beberapa contoh sistem manajemen K3 yang sudah diterapkan dalam perusahaan. Kami akan memberikan beberapa contoh penerapan sistem manajemen K3 ini dan di antaranya adalah sebagai berikut:

Memberikan Jam Kerja yang Manusiawi

Jam kerja menjadi bahasan hangat di kalangan para pekerja. Secara umum, karyawan bekerja selama 8 jam setiap harinya. Jika mereka tidak bekerja dalam shift, maka mereka berangkat pukul 8 pagi dan pulang pukul 4 sore. Itu merupakan salah satu jam kerja umum yang sudah berlaku di banyak perusahaan di Indonesia.

Namun demikian, terkadang karyawan dituntut untuk lembur dari jam norma. Hal tersebut karena adanya permintaan produksi yang meningkat. Hal tersebut membuat karyawan harus mau mengambil lembur, bahkan hingga malam hari. Tentu hal ini tidak menjadi masalah. Namun jika ini berlaku terus menerus dan tidak dibarengi dengan kompensasi dari perusahaan.

Ini akan menimbulkan dampak buruk bagi karyawan. Mereka akan mudah kecapekan sehingga membuat risiko kecelakaan kerja semakin tinggi. Selain itu, mereka juga akan mudah stress karena tekanan kerja yang berlebihan yang berlangsung terus-menerus.

Merawat Mesin dengan Baik

Mesin menjadi bagian penting dalam perusahaan. Banyak perusahaan mengandalkan mesin sebagai alat produksi yang cepat dan tepat. Hanya saja, perusahaan terkadang mengabaikan perawatan mesin. Hal tersebut menyebabkan masalah kerusakan pada mesin.

Tentu itu akan membahayakan karyawan yang bertugas sebagai operator jika mesin tidak dalam kondisi yang baik. Di sisi lain, perusahaan juga akan rugi akibat mesin tidak menyala dengan optimal. Hal tersebut karena jumlah produksi yang terbatas.

Penutup

Itulah contoh sistem manajemen K3 perusahaan yang bisa anda tahu. Sistem manajemen K3 menjadi bagian penting dalam perusahaan. Khususnya dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dari potensi bahaya psikis, fisik dan materi. Jika sistem manajemen K3 berjalan dengan baik, itu juga akan menjadikan pekerja merasa aman dan nyaman dalam bekerja.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment