Cara Membuat Pelatihan K3 Menjadi Lebih Efektif

KESELAMATANKERJA. Dalam sebuah perusahaan, seorang pegawai wajib memiliki sertifikat pelatihan K3 atau Sertifikat Ahli K3 Umum. Hal tersebut bertujuan agar penerapan K3 di perusahaan bisa berjalan dengan baik.  Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menjelaskan bahwa ada kriteria-kriteia perusahaan yang wajib menerapkan Kesehatan dan Keselamatan kerja. Untuk itu, perusahaan yang sudah sesuai dengan kriteria tersebut, harus memiliki seorang ahli K3.

Menunjuk ahli K3 yang memiliki sertifikasi merupakan program pemerintah dan menjadi salah satu  usaha untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Hal inilah yang menjadi dasar adanya pelatihan ahli K3 yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan dan menjamin kesehatan serta keselamatan kerja para pekerjanya. Saat ini, pelatihan K3 sudah menjadi kebutuhan yang wajib untuk semua pekerja.

Pengertian Pelatihan K3

Apa itu pelatihan K3? Pelatihan K3 yaitu pelatihan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan bekal, memberikan dan mengembangkan kemampuan para pekerja tentang K3. Prosedur pelatihan K3 biasanya dengan memberikan pengetahuan tentang bahaya yang ada di tempat kerja dan cara mencegahnya, serta bagaimana prosedur pelaksanaan pekerjaan mereka.

Tidak hanya pekerja saja, namun kontraktor yang ada di lingkungan perusahaan juga wajib untuk mengetahui prosedur kerja yang aman, sistem keselamatan kerja, dan cara mengendalikannya. Untuk itu, pelatihan K3 bisa dilaksanakan secara berkala dengan jenis pelatihan yang berbeda tergantung kebutuhan pesertanya.

Menurut seorang ahli K3, ada tiga jenis pelatihan ini, yaitu:

  1. Induksi K3

Induksi K3 yaitu pelatihan yang diberikan sebelum seseorang mulai masuk ke tempat kerja. Biasanya pekerja baru, pindahan, kontraktor, atau tamu kunjungan yang akan mendapatkan pelatihan jenis ini.

  • Pelatihan khusus K3

Pelatihan khusus K3 berhubungan dengan tugas bagi pekerja. Misalnya pekerja yang ada di area pabrik kimia, mereka harus mendapatkan pengetahuan tentang bahaya bahan kimia dan bagaimana cara mengendalikannya.

  • Pelatihan umum

Mengapa ada pelatihan k3 umum? Karena pelatihan ini yang bersifat umum penting untuk semua level pekerja, dari posisi bawah sampai posisi teratas di perusahaan. Pelatihan ini bertujuan agar tertanam budaya kesehatan dan keselamatan kerja, seperti materi tentang dasar K3 dalam keadaan darurat dan juga pemadaman kebakaran.

Baca juga: Pengertian SMK3, Dasar Hukum dan Tujuannya

Seberapa Penting Pelatihan K3?

OSHA atau Occupational Safety and Health Administration yang ada di Amerika Serikat, merekomendasikan bagi para pengusaha untuk melaksanakan empat tingkat pelatihan K3, antara lain:

  1. Sebelum memulai pekerjaan, setiap pekerja memerlukan pelatihan awal.
  2. Beberapa pekerjaan tertentu, apalagi yang berkaitan dengan lingkungan dan medis membutuhkan pelatihan K3 tahunan.
  3. Setiap satu ataiu tiga tahun sekali, perusahaan perlu mengadakan pelatihan inkremental. Pelatihan ini bertujuan agar keterampilan pekerja bisa berkembang atau meningkat.
  4. Pelatihan mengenali potensi bahaya perusahaan lakukan jika ada identifikasi bahaya di area kerja baru.

Walaupun pekerja sudah memiliki pengalaman yang banyak, keterampilan tinggi, dan bekerja sesuai prosedur tetapi kecelakaan atau cedera saat bekerja bisa saja terjadi.

Untuk itu, perlu ada pelatihan K3 minimal satu tahun sekali, perubahan prosedur pekerjaan, ada pekerja baru atau pada kondisi tertentu.

Manfaat Pelatihan K3

Semua pekerjaan mempunyai risiko, besar ataupun kecil. Ada juga pekerjaan yang memiliki risiko lebih tinggi dari pekerjaan lainnya. Misanya, pekerjaan yang berkaitan dengan alat berat atau berada di kedalaman, ketinggian dan lain-lain.

Untuk itu, perusahaan wajib mengadakan pelatihan dan pendidikan K3 untuk para pekerjanya. Selain itu, perusahaan juga harus membuat sistem agar semua pekerja bisa bekerja dengan baik serta merasa aman dan nyaman.

Ada beberapa manfaat yang akan Anda rasakan setelah mengikuti pelatihan ini. Antara lain:

  1. Keterampilan dan pengetahuan pekerja meningkat

Pekerja yang mengikuti pelatihan K3 tentunya sudah memiliki bekal pengetahuan dari pada pekerja yang belum mengikuti pelatihan. Sehingga keterampilan pekerja tersebut bisa meningkat dan mengurangi risiko kecelakaan kerja.

  • Biaya kompensasi kecelakaan kerja dan pergantian pekerja berkurang

Risiko kecelakaan kerja dapat terhindar jika pekerja sudah mempunyai bekal untuk bekerja dengan baik dan aman. Pekerja bisa bekerja dengan benar sesuai prosedur yang berlaku. Ketika risiko kecelakaan kerja berkurang, kebutuhan pergantian pekerja juga berkurang. Selain itu, kompensasi dari perusahaan untuk pekerja yang mengalami kecelakaan kerja juga akan berkurang.

  • Hemat biaya maintenance mesin dan peralatan kerja

Kecelakaan kerja erat kaitannya dengan peralatan kerja seperti mesin dan lain-lain. Jika kecelakaan kerja akibat dari alat-alat kerja, maka perusahaan harus melakukan investigasi apakah kecelakaan tersebut karena pekerja yang lalai, alat rusak atau peralatan yang harus diganti. Nah, jika perusahaan bisa terhindar dari kecelakaan kerja maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tersebut. Perusahaan hanya perlu mengecek peralatan secara dan berkala serta pemeliharaan alat-alat secara rutin.

  • Kepuasan kerja dan produktivitas perusahaan meningkat

Dengan mengadakan pelatihan K3 untuk pekerja, produktivitas perusahaan tentu akan semakin meningkat. Untuk itu, tidak akan ada proses pekerjaan yang tertunda karena pekerja yang sakit akibat kecelakaan kerja. Selain itu, output dan kualitas pekerja cenderung stabil dan semakin meningkat.

  • Lingkungan kerja yang aman

Para pekerja akan mendapatkan rasa aman dan lingkungan kerja yang aman dalam aktivitas apapun jika mereka patuh pada K3. Selain itu, perilaku tersebut juka merupakan bentuk taat hukum dari perusahaan.

Cara Agar Pelatihan K3 Lebih Efektif

Bagaimana keselamatan kerja pelatihan K3? Pelatihan K3 merupakan salah satu alat penting yang berguna dalam peningkatan pengetahuan dan kemampuan pekerja tentang K3 yang ada di perusahaan.

Program tersebut harus perusahaan laksanakan untuk memaksimalkan kinerja para pekerjanya. Selain itu, pelatihan K3 adalah upaya perusahaan untuk mengurangi kecelakaan kerja serta budaya K3 yang positif di perusahaan tersebut.

Ada beberapa cara yang harus perusahaan lakukan agar pelatihan K3 lebih efektif, yaitu:

  1. Perusahaan harus mengadakan pelatihan K3 secara berulang agar pekerja paham dan bisa menerapkan pengetahuan baru yang mereka dapatkan.

Supervisor bertugas untuk memantau kemajuan dari pekerja setelah mengikuti pelatihan K3 sampai selesai. Selain itu, supervisor juga bertugas untuk melihat seberapa baik pekerja dalam menerapkan prosedur K3 dalam pekerjaannya.

  • Perusahaan harus menyajikan materi pelatihan dengan sistematis dan bertahap.

Perusahaan harus membuat metode pelatihan yang jelas dan berurutan. Selain itu, perusahaan harus menyampaikan materi pelatihan dengan sistematis dan bertahap. Jangan memberikan terlalu banyak informasi secara berkepanjangan. Pekerja bisa merasa kelelahan dalam menyerap informasi dan bisa menimbulkan stres bagi mereka.

  • Memberikan pelatihan kepada pekerja yang terdampak atas perubahan prosedur dan kebijakan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka.

Pelatihan K3 rutin untuk pekerja sebaiknya perusahaan berikan ketika ada perubahan prosedur dan kebijakan yang terkait dengan pekerjaan mereka. Informasi tersebut akan menyadarkan pekerja tentang pentingnya menerapkan K3 di area kerja.

  • Menjelaskan pentingnya laporan yang cepat jika terjadi kecelakaan atau cedera di tempat kerja ketika pelatihan.

Pelatihan dan diklat K3 ini tidak hanya bertujuan agar pekerja hadir dan mendengarkan materi saja, namun banyak pengalaman dan juga pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Salah satunya adalah prosedur laporan jika terjadi kecelakaan di area kerja.

  • Memberikan materi dengan contoh dan alat bantu visual.

Materi pelatihan dan pendidikan K3 tentu akan sangat membosankan jika hanya terjalin satu arah saja. Jika Anda ingin para pekerja terlibat dalam pelatihan, maka Anda harus menggunakan alat bantu seperti video, peralatan, atau gambar yang berkaitan dengan materi.

  • Melakukan pengamatan kinerja pekerja setelah mengikuti pelatihan ini.

Dalam hal ini, supervisor bertanggung jawab untuk mengamati para pekerja saat mereka bekerja. Apakah mereka sudah melakukan pekerjaan sesuai prosedur yang aman atau belum. Supervisor juga bisa memberikan penilaian bagi kinerja pekerja setelah mengikuti pelatihan.

  • Melakukan penyegaran pada pelatihan untuk pekerjaan dengan risiko yang tinggi.

Perusahaan harus memberikan penyegaran materi dan pelatihan secara berkala khusus untuk pekerja yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan prosedur kerja sudah berjalan dengan baik.

  • Pemilik usaha, supervisor, atau manajemen harus berkomunikasi secara terbuka dengan para pekerja.

Perusahaan harus berkomunikasi dan mengenali karakter pekerjanya. Hal ini Anda lakukan agar membuat pekerja merasa nyaman dengan Anda. Anda harus memberikan kesempatan dan mengajak mereka agar aktif mengemukakan pendapat dan bertanya selama pelatihan berlangsung.

  • Melakukan studi kasus ketika pelatihan menggunakan pendekatan baru.

Ketika pelatihan berlangsung, Anda bisa memberikan contoh kasus yang berkaitan dengan kisah nyata kecelakaan kerja dengan menyesuaikan materi pelatihan. Hanya perlu waktu satu detik saja untuk kehilangan nyawa jika pekerja tidak menerapkan K3 di area kerja.

  1. Memberikan materi pelatihan yang lebih spesifik terhadap suatu pekerjaan.

Berikan materi pelatihan yang lebih spesifik terhadap pekerjaan para pekerja. Masing-masing pekerjaan, mesin, atau peralatan mempunyai risiko berbahaya dan prosedur operasi yang berbeda serta membutuhkan keterampilan dan pengetahuan K3 untuk menggunakannya.

Undang-Undang Tentang K3

Ada beberapa undang-undang dan peraturan hukum di Indonesia yang mengatur pentingnya sistem K3 untuk perusahaan. Berikut ini peraturan dan undang-undang di Indonesia tentang sistem K3.

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 Tahun 1979 tentang Keselamatan Kerja Pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1973 tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan
  4. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Akibat Hubungan Kerja
  5. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  6. Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
  7. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Baca juga: Mengupas 5S Adalah. Pengertian, Manfaat dan Penjelasannya

Kesimpulan

Itulah pengertian, manfaat dan beberapa cara membuat pelatihan K3 menjadi lebih efektif bagi pekerja dan perusahaan. Pelatihan dan pengaderan K3 ini memiliki manfaat yang sangat besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.

Saat pelatihan K3 berlangsung, jangan memberikan topik yang terlalu banyak pada pekerja. Jika materi yang diberikan cukup beragam, maka proses pelatihan bisa Anda lakukan dalam beberapa hari. Hal ini Anda lakukan agar para pekerja tetap memiliki pikiran yang segar dan aktif saat pelatihan. Semoga bermanfaat.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment