APAR, Petunjuk dan Cara Penggunaan Apar

Apar adalah singatan dari alat pemadam api ringan yang merupakan suatu komponen alat pemadam kebakaran yang fungsinya untuk  memadamkan api dengan intensitas yang ringan atau kecil. Penggunaan apar tentu tidak sama dengan penggunan alat pemadam api yang biasanya dipakai oleh petugas pemadam kebakaran.

Jika alat pemadam api yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran merupakan alat pemadam api khusus untuk memadamkan api yang intensitasnya besar, maka apar merupakan alat pemadam api kecil yang memiliki kapasitas memadamkan api secara terbatas.

Tabung alat pemadam api ringan ini hadir dalam berbagai ukuran dengan kapasitas yang berbeda – beda. Alat tersebut dapat digunakan pengguna sesuai potensi kebakaran yang terjadi di suatu lingkungan atau bangunan. Namun cara penggunaan apar tetap harus sesuai SOP penggunaan apar yang berlaku. Seperti apa SOP apar akan kami ulas dalam informasi berikut ini!

Daftar Isi

Unsur pembentuk penyebab kebakaran dan api

Sebelum kita membahas tentang cara memadamkan api dengan apar, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai unsur pembentuk api. Mengenai kebakaran dan api materi lengkapnya dapat anda baca pada artikel Pengertian Kebakaran dan Api.

Jadi, api yang berpotensi menyebabkan kebakaran jika hadirnya dalam jumlah besar terbentuk dari unsur – unsur berikut ini :

SEGITIGA API
SEGITIGA API

Bahan bakar

Bahan bakar yang menyebabkan terbentuknya api berasal dari bahan padat, bahan cair atau pun bahan gas. Bahan padat yang dapat menyebabkan terbentuknya api terdiri atas kayu, kertas, kapas dan lain – lain.

Bahan cair yang dapat menyebabkan terbentuknya api terdiri atas bensin, spirtus, minyak tanah dan lain – lain. Bahan gas yang menyebabkan terbentuknya api diantaranya LNG, LPG, karbit dan lain – lain.

Oksigen

Oksigen merupakan salah satu unsur pembentuk api yang terdapat di udara. Kadar oksigennya sebesar 16% dalam udara, maka jika oksigen berkapasitas tersebut berada di lingkungan yang memungkinkan maka reaksi kebakaran akan terjadi.

Sumber panas

Sumber panas yang dapat menyebabkan api muncul merupakan sumber panas yang berasal dari bahan kimia, listrik, mekanik, nuklir dan matahari.

Maka bisa dikatakan bahwa proses terjadinya api merupakan kondisi dimana oksigen ada di lingkungan tertentu untuk mempertahankan pembakaran, panas diperlukan untuk menaikkan bahan bakar pada suhu pengapian, serta terdapat bahan bakar yang penting demi mendukung pembakara. Nantinya reaksi kimia akan timbul dari tiga elemen yang terkait tersebut.

Namun walau telah terpenuhi ketiga unsur tersebut, api tidak akan menimbulkan kebakaran jika intensitasnya tidak dalam jumlah besar dan masih dapat dikendalikan. Api yang dapat menyebabkan kebakaran adalah api yang intensitasnya besar dan tidak dapat dikendalikan.

Petunjuk Penggunaan Apar

Cara pemakaian apar sebenarnya mudah akan tetapi tetap SOP yang berlaku harus dipatuhi agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan atau hal – hal diluar kendali. Sesuai dengan Permenakertrans RI nomor 4/MEN/1980 yang membahas tentang syarat – syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan, cara memakai apar harus sesuai aturan.

Dalam prosedur penggunaan apar, tata cara penggunaan apar yang tepat sesuai langkah – langkah berikut ini :

  1. Pertama – tama tarik atau lepas pin pengunci tuas apar atau tabung alat pemadam
  2. Selanjutnya cara menggunakan alat pemadam dengan mengarahkan selang pada titik pusat api
  3. Setelah itu, tuas perlu Anda tekan untuk mengeluarkan isi didalam tabung apar
  4. Terakhir, sapukan api secara merata sampai api benar – benar padam

Pada gambar apar, Anda akan menemukan berbagai informasi terkait cara pakai apar yang tepat. Baiknya Anda harus memahaminya. Dalam penggunaan apar sendiri, ada beberapa hal penting yang Anda harus tahu dan pahami diantaranya :

Bagian APAR
Bagian APAR
  1. Pastikan Anda memperhatikan arah angin. Usahakan agar badan atau muka apar menghadap searah dengan arah angin agar media pemadam dapat secara efektif menuju ke titik pusat api dan jilatan api tidak sampai mengenai tubuh dari petugas pemadam kebakaran yang ditugaskan.
  2. Dalam memadamkan api dengan apar, perhatikan sumber kebakaran dan gunakan jenis apar yang sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran.

Jenis jenis apar

Mengenai Jenis jenis APAR secara lebih spesifik artikelnya dapat anda baca pada tautan berikut ini, Jenis Jensi apar

Alat pemadam api sendiri hadir dalam dua jenis yaitu terdiri atas :

  1. Apar dengan berat rata – rata 1 – 9 kg. Jenis apar yang satu ini merupakan jenis apar dimana cara penggunaan alat pemadam api ringan yang perlu dilakukan tidak butuh bantuan orang lain dan berfungsi sebagai alat pemadam api dalam potensi api kecil. Apar untuk mobil biasanya adalah apar jenis ini.
  2. Apar dengan berat rata – rata 20 – 100 kg merupakan apar untuk memadamkan api di lingkungan api sedang atau besar. Biasanya apar ini digunakan untuk mematikan api di suatu bangunan demi mencegah potensi api melebar.

Tipe – Tipe Apar

Setelah membahas tentang cara menggunakan apar yang tepat, kita akan membahas tentang tipe – tipe apar. Tipe apar diklasifikasikan berdasarkan sistem kerjanya, media dan kapasitasnya. Cara menggunakan alat pemadam api ringan untuk kapasitas apar kecil dan besar cenderung berbeda namun prinsip prosedurnya relatif sama.

Tipe tipe apar
Tipe tipe apar

Tipe apar berdasarkan sistem kerjanya terdiri atas :

  1. Stored pressure system : sistem ini merupakan apar tekanan langsung yang cara kerjanya dengan menggunakan katup buka tutup. Sistem apar ini dilengkapi dengan alat pengukur tekanan yang berfungsi memudahkan Anda dalam pengecekan apar.
  2. System cartridge pressure : Apar jenis ini tidak dilengkapi alat pengukur tekanan dan merupakan jenis apar yang tekanannya tidak langsung. Artinya sistem pada tabung pemadam api ini menggunakan tekanan yang tidak dicampur menjadi satu dengan media.

Tipe apar berdasarkan medianya terdiri atas :

  1. Apar cairan : merupakan jenis apar yang menggunakan media air bertekanan tinggi. Apar jenis ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau.
  2. Apar busa atau foam : merupakan jenis apar yang terdiri atas bahan kimia untuk membentuk busa. Api yang timbul karena benda padat non logam seperti kain, kertas atau karet dapat diatasi dengan jenis apar ini.
  3. Apar serbuk kimia atau dry chemical powder : merupakan jenis apar dengan media serbuk kering kimia kombinasi dari mono ammonium dan ammonium sulfat.
  4. Apar karbondioksida : merupakan jenis apar yang menggunakan karbondioksida sebagai bahan pemadam
  5. Apar halotron HCFC bland : merupakan jenis apar untuk kelas kebakaran ABC
  6. Apar HFC 236 : merupakan jenis apar untuk kelas kebakaran ABC

Tipe apar berdasarkan kapasitasnya :

  1. Apar 18 kg
  2. Apar di atas 18 kg

Dalam proses pemadaman api, faktor penting yang Anda harus tahu meliputi :

  1. Arah angin
  2. Jenis benda yang terbakar
  3. Volume benda yang  terbakar
  4. Berapa lama benda akan terbakar sampai hangus
  5. Situasi, kondisi serta lingkungan kebakaran
  6. Keselamatan diri orang di lingkungan kebakaran dan tenaga pemadam kebakaran

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

4 thoughts on “APAR, Petunjuk dan Cara Penggunaan Apar”

Leave a Comment