Safety Induction adalah? Tujuan, Jenis , dan Dasar Hukum Safety Induction

Safety induction adalah suatu proses latihan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerja baru, kontraktor baru atau para tamu yang pertama kali datang ke lokasi perusahaan tersebut.

Prosedur dalam safety induction sendiri sangat penting. Mengapa safety induction ini dikatakan penting dan apa landasan hukum dalam penerapannya? Pada kesempatan kali ini kami akan bahas informasi selengkapnya tentang safety Induction yang Anda harus tahu!

Tujuan Safety Induction

Penerapan safety induction ditata bukan tanpa maksud dan tujuan apapun. Tujuan safety induction adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat atau lingkungan kerja sehingga potensi bahaya tersebut dapat diperbaiki sebelum kecelakaan terjadi.

Dengan adanya safety induction, semua pihak yang terlibat dan terkait di dalam perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung memiliki kesempatan yang besar untuk menjalin komunikasi demi terciptanya sinergi untuk menghindari potensi bahaya di lingkungan kerja.

Program safety induction sendiri merupakan sebuah program yang dibuat oleh seorang safety officer sebagai sebuah upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja secara administrasi. Hadirnya program safety induction diharapkan menjadikan semua pihak yang terlibat di tempat kerja termasuk buruh atau pegawai didalamnya mengerti dan memahami pentingnya memperhatikan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.

Ketika program safety induction sudah selesai disusun, kemudian diserahkan kepada pihak Project Manager agar mendapatkan persetujuan.

Jenis – Jenis Safety Induction di Perusahaan

Untuk menghindari terjadinya mispersepsi atau miskomunikasi di tempat kerja, jenis – jenis safety induction perlu dipahami. Safety induction memiliki beberapa jenis diantaranya :

Safety induction untuk umum

Jenis safety induction untuk perusahaan yang pertama adalah safety induction untuk umum. Yang dimaksud dengan safety induction untuk umum adalah pengarahan tentang K3 bagi suatu perusahaan yang bersifat umum.

Induksi diberikan kepada karyawan baru atau karyawan lama yang kembali setelah lebih dari 6 bulan cuti. Mereka akan diberikan pengarahan kembali tentang K3 dan berbagai hal yang perlu diketahui di perusahaan yang bersangkutan.

Untuk mereka yang sudah cuti cukup lama, perubahan tertentu pada suatu bidang pekerjaan pasti akan ada. Karena itu mereka yang sudah cuti cukup lama harus beradaptasi dengan perubahan tersebut. Jika tidak tentu akan terjadi bahaya bagi pekerja yang bersangkutan. Karena itu safety induction secara umum diperlukan.

Safety induction local  

Jenis safety induction yang selanjutnya adalah safety induction local. Safety induction local merupakan sebuah pengarahan tentang K3 yang sifatnya khusus atau spesifik dan biasanya diberikan kepada karyawan baru yang telah mengikuti prosedur induksi umum dan karyawan mutasi atau pindahan di dalam perusahaan di ruang lingkup yang sama.

Induksi lokal dilakukan secara spesifik sesuai dengan departemen yang akan dimasuki oleh pekerja baru atau dalam artian departemen terkait yang melakukan teknik induksi kepada calon pekerja atau kepada masing – masing anggotanya.

Safety induction untuk tamu

Kegiatan safety induction untuk tamu merupakan sebuah tindakan pengarahan K3 yang dilakukan secara singkat dengan memberikan induksi khusus kepada tamu atau pengunjung yang akan masuk ke dalam area operasional perusahaan.

Materi yang disampaikan nantinya adalah tentang gambaran perusahaan secara umum, kebijakan yang dimiliki perusahaan tentang kebijakan dan manajemen K3, kewajiban tamu selama berada di lingkungan pekerjaan, aspek tanggap darurat serta tata cara penyelamatan jika terjadi kebakaran.

Induksi ulang

Induksi ulang merupakan jenis safety induction yang berupa pengarahan tentang K3 yang diberikan kepada masing – masing karyawan yang melakukan penyimpangan prosedur. Induksi ulang juga diberikan kepada pihak yang masih merasa kurang paham dengan pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan tata laksana K3 di perusahaan yang bersangkutan.

Dari berbagai jenis safety induction yang kami sebutkan di atas, sudah cukup jelas bahwa safety induction terdiri atas beberapa jenis. Pada masing – masing jenis tersebut terdapat fungsi dan peranan masing – masing.

Ada jenis safety induction yang ditujukan untuk orang baru, tamu dan juga orang lama yang pernah melakukan penyimpangan prosedur. Yang jelas, safety induction menjadi aspek penting yang perlu disampaikan sehubungan dengan K3 perusahaan.

Ketika petugas di sebuah perusahaan memberikan materi tentang safety induction, ada beberapa poin penting yang harus disampaikan. Poin – poin tersebut meliputi :

  • Materi yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan
  • Sosialisasi potensi bahaya di lingkungan kerja atau di perusahaan
  • Kewajiban pegawai baru atau para tamu yang datang ke perusahaan untuk mematuhi semua aturan K3 yang ada di perusahaan, termasuk kewajiban menggunakan perlengkapan dan alat pelindung diri (APD)
  • Sosialisasi fasilitas yang ada di perusahaan
  • Prosedur yang berkaitan tentang jalur evakuasi dan tempat berkumpul atau assembly point ketika kondisi darurat sedang terjadi
  • Tim beserta struktur tanggap darurat yang diperlukan
  • Prosedur ketika kondisi darurat sedang terjadi
  • Jadwal kegiatan HSE di perusahaan seperti halnya HSE Talk, latihan kondisi darurat dan sebagainya

Lantas siapakah pihak yang memiliki wewenang untuk memberikan pelatihan safety induction?

Pihak yang memiliki wewenang untuk memberikan pelatihan safety induction tidak hanya HSE (Health Safety and Environment) saja. Siapa pun yang ditunjuk perusahaan untuk memberikan materi tentang  safety induction dapat memberikan materi tersebut.

Paling penting, orang yang memberikan materi tentang safety induction tersebut adalah orang yang memang memahami kondisi dan prosedur tentang safety induction secara keseluruhan di tempat kerja atau di perusahaan yang bersangkutan.

Terlebih untuk local safety induction, maka departemen terkait di lingkungan kerja dapat memberikan atau menyampaikan materi tentang safety induction untuk departemen masing – masing. 

Dasar Hukum Safety Industion

safety induction diperlukan perusahaan karena memiliki berbagai macam manfaat dan tujuan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan bekerja di lingkungan kerja. Dengan adanya safety induction, setiap pekerja dan orang yang berada di lingkungan kerja dapat merasa nyaman dan aman selama melakukan aktivitas kerja.

Safety induction sangat penting. Dasar hukum k3 yang mengatur safety induction adalah UU nomor 1 tahun 1970 yang berisi tentang keselamatan kerja. Disebutkan didalam pasal UU tersebut bahwa diwajibkan bagi setiap perusahaan  menerapkan safety induction.

Pada pasal 9 ayat 1 dan 2 pada UU nomor 1 tahun 1970 bab V menyatakan bahwa :

Ayat 1 : pengurus memiliki kewajiban untuk menunjukkan serta menjelaskan tentang :

  1. Pada masing – masing tenaga kerja baru mengenai kondisi dan bahaya yang dapat timbul di dalam tempat kerja
  2. Semua alat – alat perlindungan harus ada didalam tempat kerja dan dimanfaatkan secara maksimal
  3. Alat perlindungan diri dimanfaatkan tenaga kerja terkait
  4. Cara dan sikap yang aman didalam pelaksanaan pekerjaan harus dipahami setiap pekerja

Ayat 2 : pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia memiliki keyakinan bahwa tenaga kerja tersebut memang memahami aturan dan syarat yang telah ditetapkan pada ayat 1.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

3 thoughts on “Safety Induction adalah? Tujuan, Jenis , dan Dasar Hukum Safety Induction”

Leave a Comment