Penerapan 5R dan 5S dalam K3 Serta Pengertian dan Manfaatnya

Pengertian 5R

5R merupakan suatu prinsip manajemen kerja yang menjadi barometer atau indikator tentang bagaimana suatu perusahaan dikelola oleh seluruh elemen perusahaan baik itu pemilik usaha, pemimpin, karyawan, dan berbagai elemen terkait dengan menjalankan prinsip kerja yang diberlakukan dalam budaya kerja Indonesia.

Budaya 5r penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja di lingkungan kerja baik itu perusahaan, kantor atau tempat kerja lainnya. Diberlakukannya budaya ini sendiri tentu memiliki maksud dan tujuan. Berikut kami akan berikan ulasannya untuk Anda!

Sebelum membahas lebih jauh tentang 5R, kita akan membahas tentang kependekannya terlebih dahulu.

5R merupakan kependekan dari :

  1. Ringkas : merupakan kegiatan untuk menyingkirkan semua benda atau barang yang tidak diperlukan sehingga segala macam barang yang ada di lokasi kerja hanya berupa barang yang benar – benar dibutuhkan dalam menjalankan berbagai aktivitas kerja
  2. Rapi : segala sesuatu yang diletakkan sesuai dengan posisi yang seharusnya sehingga ketika diperlukan dapat siap digunakan
  3. Resik : merupakan kegiatan membersihkan berbagai macam peralatan dan daerah kerja sehingga segala macam bentuk peralatan kerja dapat terjaga dengan sebaik mungkin.
  4. Rawat : kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi tahapan kerja yang telah dilakukan sebelumnya
  5. Rajin : suatu pemeliharaan kedisiplinan pribadi pada masing – masing pekerja dalam menjalankan segala sesuatu yang berkaitan dengan tahapan 5R

Tujuan dan Manfaat 5R

Dalam suatu perusahaan, konsep 5r merupakan suatu aturan penting yang diberlakukan untuk meningkatkan efektivitas, elektabilitas dan efisiensi yang berkaitan dengan budaya kerja di lingkungan kerja.

Penerapannya sendiri harus dilaksanakan atau diselenggarakan secara bertahap sesuai dengan urutan dan tata aturannya. Jika tahap pertama tidak dilakukan dengan baik, maka tahapan berikutnya tidak dapat dijalankan secara maksimal.

Secara filosofis, tujuan 5R diterapkan dalam lingkungan kerja kantor atau perusahaan diantaranya :

  1. Meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja di tempat kerja
  2. Melatih budaya kerja teratur dan disiplin untuk semua orang yang terlibat dalam lingkungan kerja
  3. Melaksanakan pekerjaan sesuai SOP
  4. Mengurangi potensi waktu kerja terbuang percuma karena karyawan yang tidak disiplin
  5. Serta, masih banyak tujuan lainnya.

Kini, sudah banyak perusahaan baik berskala besar atau kecil yang sudah menerapkan prinsip 5R. Dengan menerapkan budaya ini sendiri, perusahaan berskala kecil yang menerapkan budaya kerja ini bagi masing – masing pekerja banyak yang kemudian berkembang menjadi perusahaan kelas atas.

Oleh sebab itu, 5R menjadi suatu investasi awal bagi sebuah perusahaan untuk mendapatkan kesuksesan secara berkelanjutan. Penerapan budaya ini di lingkungan kerja tentu memberikan berbagai macam manfaat.

Manfaat 5R di lingkungan kerja meliputi :

  1. Meningkatkan produktivitas kerja bagi setiap orang yang terlibat di lingkungan kerja
  2. Pengaturan tempat kerja dan budaya kerja secara lebih efisien
  3. Membantu meningkatkan kenyamanan kerja baik secara psikis atau secara kebersihan tempat
  4. Memberikan sumbangsih kualitas tempat kerja yang baik atau bagus
  5. Mengurangi potensi terjadinya bahaya di lingkungan kerja
  6. Mengurangi pemborosan di tempat kerja
  7. Melakukan penghematan terhadap faktor – faktor produksi
  8. Terciptanya tujuan 5r bagi perusahaan terkait

Tahapan Implementasi 5R

Dalam mengimplementasikan 5R, dibutuhkan suatu sistem, struktur dan sumber daya yang memadai. Implementasi 5R juga harus dilakukan sesuai dengan tahapan – tahapan berikut ini :

Persiapan

Sebelum 5R diterapkan di lingkungan kerja (baik kantor atau perusahaan), pelaksanaan 5R penting untuk mewujudkan komitmen yang kuat dari pimpinan yang paling tinggi karena tanpa adanya komitmen tertulis maka budaya kerja yang berkaitan dengan lima R tadi akan sulit diterapkan.

Dalam tata laksananya sendiri, pembentukan struktur 5R juga penting diperhatikan. Struktur yang dimaksud  harus disusun secara lengkap dengan pembagian tugas dalam tim. Struktur yang sudah disusun harus disosialisasikan kepada seluruh karyawan.

Hal ini penting guna meminimalisir terjadinya miss informasi atau disinformasi antar karyawan. Dengan sosialisasi yang dilakukan, maka tentu kegiatan 5R dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

Pelatihan dan penerapan

Pelatihan bagi tim kerja sangat diperlukan. Pelatihan diperlukan untuk memahami tugas, tujuan dan berbagai macam kegiatan penting yang berkaitan dengan pekerjaan. Dengan demikian semua pihak akan memahami apa yang menjadi tugasnya dan apa yang harus dilakukan.

Setelah pelatihan dilakukan, maka penerapan adalah menjadi langkah lanjutan yang penting. Ketika penerapan diberlakukan, pembinaan langsung dari anggota tim diperlukan agar hasilnya semakin maksimal.

Pada masing – masing bagian, penerapan 5R diperlukan untuk memberikan sumbangsih yang banyak pada masing – masing orang yang terlibat di perusahaan yang bersangkutan. 

Melakukan evaluasi

Setelah R1, R2, R3 diimplementasikan, maka kemudian R keempat akan diberlakukan. Standar perawatan perlu disusun, barulah evaluasi dapat diselenggarakan. Evaluasi merupakan cara controlling terhadap pelaksanaan R1 sampai 3 yang sudah diselenggarakan di lingkungan kerja.

Jika memang ada hal – hal yang perlu diperbarui, diubah, dihilangkan atau diganti maka semuanya dapat diungkapkan dalam evaluasi. Biasanya, evaluasi dilakukan satu bulan sekali atau tiga bulan sekali. Semuanya dilakukan sesuai dengan kebijakan evaluasi perusahaaan yang bersangkutan.

Di ranah evaluasi inilah indicator keberhasilan 5R bisa diketahui. Jika tingkat keberhasilannya di atas 75% maka program yang diselenggarakan bisa dikatakan berhasil, namun jika tingkat keberhasilannya masih di bawah 50% maka ada sesuatu yang perlu diubah atau diperbaiki.

Pembudayaan

Pembudayaan merupakan cara perusahaan membiasakan semua anggota, tim dan semua orang di lingkungan kerja untuk membiasakan diri dengan program ini yang telah di susun.

Mereka harus mampu melaksanakan semua aturan yang telah diberlakukan demi mendapatkan hasil sesuai apa yang menjadi visi dan misi perusahaan. Dengan demikian indikator keberhasilan dapat tercapai sesuai dengan target perusahaan yang bersangkutan.

Perbedaan 5R dan 5S

Selain 5R, 5S juga menjadi istilah yang sering kita dengar. Apa itu 5S?

5S Merupakan kependekan dari :

  1. Seiri (menyortir)
  2. Seiton (melakukan sistematisasi)
  3. Seiso (membersihkan)
  4. Seiketsu (standarisasi)
  5. Shitsuke (self discipline)

5S merupakan budaya atau program keselamatan dan kesehatan kerja yang diberlakukan di Jepang (Budaya Jepang). 5S juga menjadi suatu alasan mengapa banyak perusahaan Jepang berkembang dengan sangat pesat. Pengertian 5S dan k3 sejatinya merupakan satu kesatuan dalam budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat penting di lingkungan kerja.

Manajemen 5S sendiri menjadi suatu prototype suatu program yang memberikan partisipasi menyeluruh bagi pekerja dan perusahaan sekaligus dalam budaya kerja Jepang. Jika bicara soal manfaat, Manfaat 5S sendiri sama dengan manfaat 5R dalam budaya kerja Jepang.

Semua cara berpikir tersebut dimaksudkan untuk membuat suatu organisasi di tempat kerja agar semuanya jauh lebih efektif guna menyederhanakan lingkungan dan meningkatkan kinerja. Jika 5S diterapkan, maka suatu perusahaan akan mampu memaksimalkan potensi keberhasilan kerja dan keselamatan kerja secara menyeluruh.

Sekian penjelasan yang dapat saya bagikan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat dan berguna bagi kehidupan kita semua, Aaminn.

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini, sampaikan pendapat atau saran anda di kolom komentar ya.

Lebih bermanfaat jika dibagikan ke

Leave a Comment